REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —Volume sampah di sekitar Pantai Kuta terbilang meningkat drastis. Plastik sekali pakai, sering kali melebihi kapasitas sistem pengelolaan yang ada. Setiap musim hujan, ribuan ton sampah kerap terdampar di Pantai Kuta, mencemari ekosistem laut dan mengganggu aktivitas pariwisata.
Untuk mengantisipasi masalah sampah tersebut, kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan pelaku industri dinilai dibutuhkan. Untuk itu, Circle-K berkolaborasi dengan Ecoxyztem menggelar CirKular Day: Beach Cleanup & Ecopreneur Weekend Market pada 13-14 Desember 2025.
Rangkaian CirKular Day dibuka dengan aksi bersih-bersih pantai (beach cleanup) di sepanjang Pantai Kuta bersama 50 relawan, komunitas lokal, ecopreneur, dan manajemen Circle K.
Aksi bersih-bersih pantai berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 186,5 kg (125 kg sampah yang bisa didaur ulang dan sisanya 61,5 kg adalah sampah residu) yang akan dikelola oleh Bali Recycle Center.
Wirawan Herdyanto, Brand Communications Manager Circle K Indonesia mengatakan, program ini menjadi aksi keberlanjutan pertama Circle K pada tahun ini. Dia pun berharap, CirKular Day menjadi program reguler yang tidak hanya dilaksanakan di Bali, tetapi juga di kota-kota lainnya.
"Kami ingin memulai inisiatif bahwa toko ritel modern dapat menjadi bagian dari solusi lingkungan. Gerai Kamasutra Bali kami revamp dengan mencoba pendekatan baru dalam desain ruang, pengelolaan sampah, hingga pemilihan produk. Kami percaya keberlanjutan adalah perjalanan jangka panjang, dan langkah kecil yang konsisten akan membawa dampak besar bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Wirawan Herdyanto, Brand Communications Manager Circle K Indonesia lewat keterangan tertulis.