Selasa 03 Feb 2026 09:51 WIB

Pembiayaan Sektor Ramah Lingkungan BNI Nyaris Rp 200 T

BNI berkomitmen memperluas pembiayaan pada sektor prioritas lingkungan.

Direktur Pengelolat BNI David Pirzada menegaskan komitmen BNI dalam penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) terutama pada pelaksanaan transisi hijau.
Foto: dok Republika
Direktur Pengelolat BNI David Pirzada menegaskan komitmen BNI dalam penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) terutama pada pelaksanaan transisi hijau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Risk Management BNI David Pirzada menyampaikan, BNI secara konsisten mengimplementasikan langkah-langkah strategis di seluruh aspek operasional dan pembiayaan guna memperkuat praktik keberlanjutan.

Selama tahun 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI mencapai Rp 197 triliun atau setara 22 persen dari total kredit BNI. Pembiayaan tersebut disalurkan ke berbagai sektor, antara lain energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan, pengelolaan air dan limbah, serta segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ke depan, BNI akan terus memperluas pembiayaan pada sektor-sektor prioritas hijau, termasuk energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

"Keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi telah menjadi fondasi strategi bisnis BNI dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar David dalam rilis pers, Selasa (3/2/2026).

Inisiatif keuangan berkelanjutan, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi jangka panjang BNI.

Komitmen tersebut tercermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 dengan peringkat idAAA. Framework Sustainability Bond BNI juga telah memperoleh Second Party Opinion (SPO) dari Sustainalytics dengan hasil credible and impactful, yang menegaskan kualitas dan dampak pembiayaan keberlanjutan BNI sesuai standar nasional maupun internasional.

Selain itu, sebagai bentuk dukungan terhadap target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission 2060, BNI juga memperkuat komitmen keberlanjutan melalui penerbitan Green Bond senilai Rp5 triliun yang dialokasikan untuk mendukung pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial, serta penyaluran Sustainability Linked Loan (SLL) kepada perusahaan yang telah menunjukkan peningkatan kinerja keberlanjutan.

Selain pembiayaan, BNI juga meluncurkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit sebagai panduan transisi bagi debitur, sekaligus menjadikan BNI sebagai bank pertama di Indonesia yang menyusun dan memperkenalkan playbook tersebut.

"Sebagai pionir green banking dan agent of development, BNI mengintegrasikan prinsip keuangan berkelanjutan ke dalam nilai perusahaan, budaya kerja, strategi bisnis, dan kebijakan operasional," kata David. Ia menambahkan BNI juga berperan aktif dalam mendorong transisi hijau nasional melalui pemanfaatan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).

sumber : Rilis
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement