REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Lonjakan harga plastik di tengah krisis pasokan global dinilai dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk beralih dari penggunaan kemasan sekali pakai menuju sistem guna ulang yang lebih berkelanjutan. Namun, perubahan tersebut dinilai tidak akan terjadi secara otomatis tanpa intervensi kebijakan yang tegas dan perubahan perilaku masyarakat.
Pendiri dan koordinator komunitas peduli lingkungan Nol Sampah, Hermawan Some, mengatakan kenaikan harga plastik seharusnya mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. “Seharusnya seperti itu. Tetapi yang terjadi justru mencari alternatif bahan baku plastik lain, misalnya dari minyak sawit,” ujarnya, Kamis, (9/4/2026).
Menurut dia, langkah tersebut berpotensi mempertahankan ketergantungan terhadap plastik, alih-alih mengurangi penggunaannya secara signifikan.
Sebelumnya, Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) mengungkapkan krisis pasokan plastik yang terjadi saat ini merupakan krisis sistemik yang memukul seluruh rantai ekonomi, mulai dari produsen hingga konsumen. Lonjakan harga dipicu terganggunya pasokan petrokimia global akibat konflik di Asia Barat, yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku seperti nafta.
Gangguan di jalur strategis seperti Selat Hormuz memperketat pasokan global. Jalur ini merupakan salah satu rute vital energi dunia, yang dilalui sekitar 20–30 persen pasokan minyak dan gas global. Ketika konflik terjadi, ekspor minyak dan turunannya tersendat, termasuk nafta sebagai bahan baku utama plastik.
Harga nafta tercatat melonjak dari kisaran 600–800 dolar AS per ton menjadi sekitar 900 dolar AS per ton. Kenaikan ini turut mendorong margin nafta di Asia dari sekitar 108 dolar AS menjadi lebih dari 400 dolar AS per ton. Indonesia yang masih bergantung pada impor, terutama dari Timur Tengah, ikut terdampak sehingga harga plastik meningkat di dalam negeri.
Hermawan menilai solusi paling realistis yang dapat dilakukan masyarakat saat ini adalah mendorong gerakan pengurangan dan penggunaan ulang. “Gerakan reduce dan reuse seharusnya bisa menjadi solusi. Jika ini dilakukan, akan aman,” katanya.
Lihat postingan ini di Instagram