Kamis 16 Apr 2026 16:58 WIB

Mendag Ungkap Kurangi Penggunaan Plastik Bisa Turunkan Harga Kebutuhan Pokok

Krisis bahan baku plastik mendorong pemerintah mengajak masyarakat lebih bijak.

Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Menteri Perdagangan Budi Santoso.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengajak masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sebagai langkah sederhana membantu pedagang sekaligus menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok di tengah tantangan pasokan global bahan baku plastik. Budi mengatakan, kondisi rantai pasok global saat ini membuat bahan baku plastik, khususnya nafta, semakin sulit diperoleh. Menurutnya, gangguan pengapalan serta persaingan antarnegara untuk mendapatkan bahan baku menyebabkan distribusi menjadi lebih lambat dan harga plastik berpotensi meningkat.

"Ini sebenarnya kesempatan kita, ya, dari hal yang kecil. Dari hal yang kecil, kita mulai bijak menggunakan plastik yang mungkin atau sebenarnya tidak perlu," kata Budi di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga

Ia mencontohkan kebiasaan sederhana, seperti membawa tas belanja sendiri saat pergi ke pasar. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi penggunaan plastik oleh pedagang pasar rakyat, sekaligus mengurangi sampah plastik.

"Kalau kita bawa tas, berarti pasar rakyat juga mengurangi penggunaan plastik, kan. Kan kalau beli, pasar rakyat menyediakan plastik. Plastik mahal, para pedagang juga bingung kalau membeli plastik mahal, berarti kan mengganggu ke bahan pokok yang lain," jelasnya.

Budi menilai partisipasi masyarakat penting karena plastik digunakan sebagai kemasan berbagai komoditas pangan. Pengurangan penggunaan plastik dinilai dapat membantu menekan biaya operasional pedagang sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Meski pasokan global menghadapi tekanan, ia memastikan kondisi harga kebutuhan pokok di dalam negeri masih relatif stabil.

Berdasarkan pemantauan langsung di pasar, termasuk di Gresik, Jawa Timur, Budi mengatakan bahwa harga berbagai komoditas, seperti cabai dan bahan pangan lain, masih berada pada kisaran normal, bahkan banyak yang di bawah harga eceran tertinggi (HET).

"Secara umum sebenarnya belum ada peningkatan yang signifikan. Kemarin saya mengecek pasar di Gresik, itu murah-murah sekali. Cabai segala macam harganya standar semua. Rata-rata malah di bawah HET. Jadi, saya pikir belum signifikan memengaruhi harga," ujar Budi.

Pemerintah saat ini terus berkoordinasi dengan pelaku industri dan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk memperluas sumber pasokan bahan baku plastik dari berbagai negara agar kebutuhan industri nasional tetap terpenuhi.

photo
Pedagang merapikan gelas plastik di salah satu toko plastik di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Harga berbagai produk berbahan plastik mengalami kenaikan di sejumlah daerah dengan lonjakan yang cukup tinggi. Menurut pedagang, kenaikan harga mencapai hingga 80 persen, dengan rata-rata kenaikan berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000. Sebagai contoh, harga kantong kresek ukuran 24 naik dari Rp13.000 menjadi Rp20.000 per pak. Kenaikan tersebut terjadi secara bertahap dalam tiga minggu terakhir. Penyebab utamanya adalah gangguan pasokan bahan baku dari Timur Tengah akibat konflik, yang menghambat impor nafta yang merupakan produk turunan minyak bumi. - (Republika/Prayogi)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement