REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Akses pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas masih menjadi tantangan dalam mendorong kemandirian ekonomi. Dukungan fasilitas dan peningkatan keterampilan dinilai penting untuk memperluas peluang kerja kelompok rentan.
Bank Jakarta menyalurkan bantuan penunjang pelatihan bagi penyandang disabilitas binaan Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia (YaSDI). Penyerahan bantuan dilakukan Direktur Kepatuhan Bank Jakarta Ateng Rivai kepada Ketua Pembina YaSDI Suty Karno di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, Duren Sawit, Jumat (24/4/2026).
Ateng mengatakan, bantuan tersebut untuk memperluas akses pelatihan dan meningkatkan daya saing penyandang disabilitas di dunia kerja. “ukungan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap sahabat disabilitas agar memiliki akses yang lebih baik terhadap pelatihan, keterampilan, dan peluang untuk mandiri,” kata Ateng dalam siaran pers, Sabtu (25/4/2026).
Ateng menambahkan, pemberdayaan penyandang disabilitas penting untuk mendorong pembangunan yang inklusif. Bank Jakarta, kata dia, akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar ekosistem pemberdayaan berjalan berkelanjutan.
Ketua Pembina YaSDI Suty Karno menyambut positif bantuan tersebut karena dinilai memperkuat kapasitas peserta pelatihan. “Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung sarana pelatihan dan memperkuat program pemberdayaan yang kami jalankan bagi sahabat disabilitas,” kata Suty.
YaSDI aktif menggelar pelatihan kerja, kegiatan sosial, hingga advokasi bagi penyandang disabilitas. Program tersebut menargetkan peningkatan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi mengatakan kegiatan ini menegaskan komitmen perusahaan menghadirkan manfaat sosial.
"Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas sebagai bagian penting dari pembangunan yang inklusif,” kata Arie.