REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Lingkungan Hidup (LH) mencatat volume sampah di Indonesia dalam sehari bisa mencapai 141 ribu ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 8.000 ton berasal dari Jakarta.
Menteri LH Moh Jumhur Hidayat mengatakan, pemerintah saat ini tengah fokus untuk mengatasi permasalahan sampah. Pasalnya, saat ini baru sekitar 25 persen dari volume sampah harian yang bisa diolah secara baik. Karena itu, diperlukan upaya untuk bisa mengatasi masalah sampah nasional.
"Seluruh Indonesia ini ada 141 ribu ton sampah setiap hari. Di Jakarta kira-kira 8.000 ton sampah setiap hari. Faktanya di seluruh Indonesia kita berbicara, masih 75 persen belum terolah dengan baik," kata dia di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Ahad (10/5/2026).
Karena itu, ia mendukung Gerakan Pilah Sampah yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk mengurangi sampah yang masuk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Menurut dia, Jakarta memang sudah semestinya menjadi contoh dalam penanganan sampah yang berkelanjutan.
Jumhur juga berharap gerakan itu dapat dilakukan di berbagai daerah lainnya. Pasalnya, penanganan sampah memang harus dilakukan mulai dari hulu."Tapi, ini penting bagi pemda-pemda seluruh Indonesia bahwa ketika masyarakat mau memilah, tapi kadang-kadang tempatnya enggak ada ketika di tempat-tempat sampah," kata dia.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah untuk memfasilitasi masyarakat yang sudah melakukan pemilahan sampah. Tanpa kebijakan yang benar, gerakan yang dilakukan di masyarakat tidak akan berdampak
"Gerakan pilah sampah bertemu dengan kebijakan di atas menyediakan tempat, akhirnya terjadilah pemilahan sampah secara sempurna,"kata dia.
View this post on Instagram