REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan di daerah terus mengalir menjelang beroperasinya Rumah Sakit (RS) Adhyaksa Jambi. PetroChina International Jabung Ltd. menyerahkan dua unit ambulans untuk mendukung kesiapan operasional rumah sakit tersebut.
Penyerahan ambulans dilakukan secara simbolis kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Sugeng Hariadi, di Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi, Senin (22/6). Bantuan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi perusahaan dengan Kejaksaan Tinggi Jambi dalam mendukung penyediaan sarana pelayanan kesehatan.
Vice President Business Support PetroChina International Jabung Ltd., Alfiani, mengatakan kebutuhan transportasi medis yang memadai menjadi salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan, terutama untuk penanganan darurat dan rujukan pasien.
"Ambulans yang kami serahkan telah dilengkapi tandu, tabung oksigen, peralatan P3K, radio komunikasi, serta perlengkapan standar medis yang dibutuhkan dalam situasi gawat darurat," ujar Alfiani.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan di Provinsi Jambi.
RS Adhyaksa Jambi sendiri mulai dibangun pada 2025 dan saat ini memasuki tahap persiapan operasional, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung sebelum melayani masyarakat.
Menurut Alfiani, kolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Jambi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan yang selama ini mendukung kegiatan operasi dan eksplorasi migas di Wilayah Kerja Jabung.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Sugeng Hariadi, mengatakan keberadaan ambulans akan melengkapi kesiapan layanan RS Adhyaksa Jambi sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan responsif kepada masyarakat.
"Ambulans darat yang diterima menjadi bagian penting dalam melengkapi kesiapan operasional Rumah Sakit Adhyaksa Jambi agar dapat memberikan pelayanan yang optimal, cepat, dan responsif kepada masyarakat," kata Sugeng.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, SKK Migas, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Menurutnya, kontribusi dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial dapat mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.