Kamis 25 Jun 2026 14:51 WIB

Budaya "Catch and Release" Penting Untuk Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan

Kelestarian ekosistem perairan jadi kunci keberlanjutan pesisir sungai

Ilustrasi perikanan peraiaran darat
Foto: istimewa
Ilustrasi perikanan peraiaran darat

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas memancing dinilai perlu diimbangi dengan kesadaran menjaga kelestarian ekosistem perairan. Praktik memancing yang bertanggung jawab menjadi salah satu kunci agar populasi ikan tetap terjaga sekaligus mendukung berkembangnya potensi wisata pancing di berbagai daerah.

Salah satu pendekatan yang mulai diperkenalkan di kalangan komunitas pemancing adalah prinsip catch and release atau tangkap dan lepas. Melalui praktik ini, ikan yang masih berukuran kecil atau tidak layak konsumsi dikembalikan ke habitatnya sehingga memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang biak.

Pesan tersebut secara konsisten disampaikan melalui platform edukasi Razeto Fishing yang digagas Tomy Prasetio di Pekanbaru. Berawal dari dokumentasi kegiatan memancing, Razeto Fishing berkembang menjadi media berbagi pengetahuan mengenai teknik memancing sekaligus mengampanyekan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan perairan.

Selain membagikan teknik memancing dan ulasan perlengkapan, Razeto Fishing juga mengajak para pemancing menjaga kebersihan lokasi dengan tidak meninggalkan sampah di area sungai, danau, maupun pesisir. Menurut Tomy, keberhasilan memancing tidak semata diukur dari banyaknya hasil tangkapan, tetapi juga dari kepedulian terhadap alam.

"Bagi saya, pemancing yang baik bukan hanya yang bisa mendapatkan hasil, tetapi juga yang punya tanggung jawab terhadap alam. Karena tanpa ekosistem yang terjaga, dunia memancing tidak akan bisa berkembang dengan baik. Spot mancing yang indah harus dijaga agar tetap bisa dinikmati oleh banyak orang dan generasi berikutnya," ujarnya.

Ia mengatakan pengalaman memancing seharusnya tidak hanya berorientasi pada hasil tangkapan, tetapi juga menikmati perjalanan, keindahan alam, serta menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi habitat berbagai jenis ikan.

Menurut Tomy, Indonesia memiliki potensi wisata pancing yang besar karena didukung kekayaan laut, sungai, danau, hingga kawasan rawa yang tersebar di berbagai daerah. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi lokal apabila dikembangkan bersamaan dengan penerapan etika memancing yang bertanggung jawab.

"Dalam jangka panjang, saya berharap Razeto Fishing bisa ikut mendorong perkembangan fishing tourism di Indonesia, terutama dengan memperkenalkan spot-spot potensial dan budaya memancing yang lebih positif, bertanggung jawab, dan peduli terhadap alam," katanya.

Ia berharap semakin banyak komunitas pemancing yang menerapkan prinsip catch and release serta menjaga kebersihan kawasan perairan. Menurutnya, pelestarian lingkungan merupakan modal utama agar sumber daya ikan tetap terjaga dan potensi wisata pancing Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan.

Berita Lainnya

Rekomendasi