Senin 29 Jun 2026 14:49 WIB

WHO Catat Lebih dari 1.300 Kematian Akibat Gelombang Panas Ekstrem di Eropa

Sejumlah negara Eropa hadapi suhu rekor ketika gelombang panas bergerak ke wilayah.

Petugas pemadam kebakaran menggunakan selang air untuk mendinginkan suhu jalan di alun-alun kota Praha, Republik Ceko, Ahad (28/6/2026). Republik Ceko dilanda gelombang panas ekstrem (heatwave) yang memecahkan rekor suhu nasional tertinggi sepanjang masa. Suhu di negara tersebut sempat menembus angka 41,9 derajat celcius. Cuaca ekstrem ini merupakan bagian dari fenomena cuaca panas yang meluas di seluruh Eropa.
Foto: EPA/MARTIN DIVISEK
Petugas pemadam kebakaran menggunakan selang air untuk mendinginkan suhu jalan di alun-alun kota Praha, Republik Ceko, Ahad (28/6/2026). Republik Ceko dilanda gelombang panas ekstrem (heatwave) yang memecahkan rekor suhu nasional tertinggi sepanjang masa. Suhu di negara tersebut sempat menembus angka 41,9 derajat celcius. Cuaca ekstrem ini merupakan bagian dari fenomena cuaca panas yang meluas di seluruh Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Ahad (28/6) mengatakan lebih dari 1.300 orang meninggal akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa sejak 21 Juni. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam unggahannya di platform X menyebutkan bahwa lebih dari 1.300 kematian tambahan akibat cuaca panas ekstrem tercatat sejak 21 Juni.

Sekjen WHO mengatakan sekitar satu juta orang saat ini terpapar suhu ekstrem. Situasi tersebut juga telah menyebabkan ratusan kematian, penutupan sekolah, dan jaringan listrik yang sangat tertekan.

Baca Juga

Sejumlah negara Eropa mencatat suhu rekor, termasuk Denmark (37 derajat Celsius untuk pertama kalinya sejak 1874), Republik Ceko (di atas 40 derajat Celsius untuk pertama kalinya, yakni 40,6 derajat Celsius), dan Jerman (suhu rekor tertinggi 41,5 derajat Celsius, dengan suhu malam hari mencapai 39,5 derajat Celsius).

Saat gelombang panas bergerak menuju Eropa timur laut, pemerintah Prancis, Swiss, Jerman, Austria, dan Hongaria mengumumkan status kewaspadaan tertinggi akibat cuaca panas.

WHO mencatat panas ekstrem dapat menyebabkan kematian akibat tenggelam, serangan panas, serangan jantung, serta komplikasi lainnya.

photo
Truk pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk mendinginkan suhu saat cuaca panas melanda kota Praha, Republik Ceko, Ahad (28/6/2026). Republik Ceko dilanda gelombang panas ekstrem (heatwave) yang memecahkan rekor suhu nasional tertinggi sepanjang masa. Suhu di negara tersebut sempat menembus angka 41,9 derajat celcius. Cuaca ekstrem ini merupakan bagian dari fenomena cuaca panas yang meluas di seluruh Eropa. - (EPA/MARTIN DIVISEK)

sumber : ANTARA
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi