Selasa 01 Sep 2026 14:00 WIB

TJSL PPA Salurkan Bantuan Gempa hingga Pelestarian Aksara Jawa

PPA menyalurkan dua ton bantuan untuk korban gempa NTT.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Satria K Yudha
PPA mendukung pelatihan baca-tulis Carakan Jawa bagi generasi muda di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, Jawa Timur.
Foto: PPA
PPA mendukung pelatihan baca-tulis Carakan Jawa bagi generasi muda di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA menyalurkan sejumlah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sepanjang Agustus 2026, mulai dari bantuan kesehatan dan pendidikan hingga penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta pelestarian aksara Jawa. Program tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek, Jawa Timur, dan NTT.

Direktur Utama PPA M. Teguh Wirahadikusumah mengatakan rangkaian program tersebut mencakup empat bidang, yakni kesehatan masyarakat, pendidikan, bantuan bencana alam atau tanggap darurat, serta pelestarian sosial budaya.

Baca Juga

“Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bagi kami untuk terus hadir dan berkontribusi langsung kepada masyarakat,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi donor darah pada 14 Agustus 2026 di Menara Danareksa yang berkolaborasi dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kegiatan tersebut diikuti 197 pendaftar, melebihi target 150 pendaftar, dengan hasil donor diserahkan kepada RSCM untuk mendukung ketersediaan pasokan darah.

PPA juga menjalankan Employee Volunteer Program (EVP) PPA Mengajar yang melibatkan 15 relawan karyawan untuk mengajar 41 siswa kelas 2 hingga 6 di Sekolah Kami, Bekasi.

“Selain kegiatan mengajar, PPA juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada empat lembaga yang melayani anak-anak dengan keterbatasan akses pendidikan, yaitu Sekolah Kami (Bekasi), Rumah Autis/Cagar Foundation (Bekasi), Sekolah Masjid Terminal (Depok), dan Sekolah Tahfidzpreneur (Bogor),” sambung Teguh.

Keempat lembaga tersebut melayani anak-anak pemulung, dhuafa, penyandang disabilitas, anak jalanan, dan anak yatim di wilayah Jabodetabek.

Untuk merespons gempa di NTT, PPA menyalurkan bantuan logistik dengan total bobot dua ton dalam dua tahap. Tahap pertama disalurkan pada 19 Agustus 2026 melalui Posko Penerimaan Bantuan Logistik BNPB di Lanud Halim Perdanakusuma, berupa satu ton pangan dasar dalam 196 koli yang terdiri atas mi instan, beras, kornet, dan sarden.

“Tahap kedua dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 melalui kolaborasi dengan Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (IKATEK UNHAS),” lanjut dia.

Pada tahap kedua, bantuan seberat satu ton mencakup beras, mi instan, minyak goreng, telur, susu UHT, air minum, serta dukungan operasional berupa kelistrikan dan ransum bagi relawan di lapangan.

Teguh mengatakan PPA bergerak merespons gempa NTT karena kebutuhan dasar masyarakat terdampak perlu segera dipenuhi.

“Kolaborasi dengan BNPB dan IKATEK UNHAS memungkinkan bantuan dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran,” ucap Teguh.

Rangkaian TJSL tersebut ditutup dengan dukungan terhadap program Pelatihan 6 Jam Bisa Baca-Tulis Carakan Jawa (Aksara Jawa) yang diselenggarakan Yayasan Bina Aksara Mulya pada 27 dan 29 Agustus 2026.

Program tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang dan Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Jawa Timur, dengan fokus pada penguatan literasi aksara Jawa bagi generasi muda di lingkungan pesantren.

Teguh mengatakan seluruh kegiatan TJSL melibatkan karyawan PPA sebagai relawan serta sejumlah mitra dalam pelaksanaannya.

“Ke depan, PPA akan terus memperkuat program TJSL yang berdampak nyata bagi masyarakat, merespons kebutuhan mendesak, dan mendukung pelestarian nilai-nilai budaya bangsa,” kata Teguh.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi