Rabu 02 Sep 2026 09:59 WIB

Satu Dekade Anak KAO, Edukasi Hidup Bersih dan Sehat Jangkau 52 Ribu Siswa

Tahun ini, edukasi Anak KAO tidak hanya berfokus pada kebersihan diri.

Progran Anak KAO tahun ini dimulai melalui kegiatan kick off di SMPN 73 Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).
Foto: dok Republika
Progran Anak KAO tahun ini dimulai melalui kegiatan kick off di SMPN 73 Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kao Indonesia melanjutkan program edukasi Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) – Sekolah Sehat pada 2026. Memasuki satu dekade pelaksanaan, program tersebut telah menjangkau lebih dari 52 ribu peserta didik di 257 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.

Pada 2026, program Anak KAO akan menjangkau lebih dari 11 ribu siswa di 50 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP yang tersebar di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga

Program tersebut resmi dimulai melalui kegiatan kick off di SMPN 73 Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini turut memperkuat kolaborasi sektor swasta dan pemerintah dalam memberikan edukasi kepada anak usia sekolah mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kebersihan diri, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Program Anak KAO merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kao Indonesia melalui konsep Kirei Lifestyle Innovation. Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Presiden Direktur Kao Indonesia Shoichi Hasegawa mengatakan, perjalanan satu dekade menjadi momentum bagi perusahaan untuk terus memperluas manfaat program tersebut kepada peserta didik. “Sepuluh tahun merupakan perjalanan yang tidak singkat bagi kami. Selama satu dekade, komitmen Kao Indonesia melalui program Anak KAO terus diwujudkan secara berkelanjutan untuk bersama-sama membentuk generasi masa depan yang aktif, sehat, bersih, dan peduli terhadap lingkungan,” ujar Shoichi, dikutip dari siaran pers, Selasa (2/9/2026).

Menurut dia, Kao Indonesia akan terus memperluas edukasi Anak KAO agar pengetahuan dan kebiasaan baik yang diperoleh siswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Pada pelaksanaannya tahun ini, edukasi Anak KAO tidak hanya berfokus pada kebersihan diri. Program tersebut juga mencakup pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, manajemen menstruasi, kesadaran menjaga lingkungan, hingga pemilahan sampah kemasan.

Materi edukasi juga memasukkan aspek hubungan sosial dengan mendorong siswa menjaga hubungan baik dengan sesama serta mengenali dan menghentikan praktik perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Direktur Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, Dr Maulani Mega Hapsari, mengatakan pembiasaan hidup bersih dan sehat merupakan salah satu fondasi dalam membentuk generasi yang sehat dan cerdas. “Melalui program Anak KAO, anak-anak dapat diajarkan pembiasaan hidup bersih dan sehat yang menjadi landasan penting dalam mewujudkan generasi cerdas,” katanya.

Ia menilai program tersebut juga sejalan dengan visi strategis Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan Kemendikdasmen.

Sementara itu, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr Niken Wastu Palupi, mengapresiasi keterlibatan sektor swasta dalam mendorong pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), khususnya di lingkungan sekolah. Niken mengatakan pembiasaan hidup bersih dan sehat perlu ditanamkan sejak dini agar dapat diterapkan secara konsisten hingga anak tumbuh dewasa. Kebiasaan tersebut antara lain mencakup mencuci tangan menggunakan sabun, beraktivitas fisik, berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Selain edukasi, Anak KAO tahun ini juga mengajak siswa membiasakan pemilahan sampah kemasan bekas pakai melalui penyediaan waste point dalam gerakan Anak KAO Bijak Sampah. Program tersebut kemudian diperluas melalui Duta Anak KAO. Perwakilan siswa dari sekolah peserta dipilih menjadi agen perubahan yang diajak mengikuti berbagai tantangan untuk mendorong kebiasaan positif di lingkungan sekolah.

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2016, Anak KAO telah menjangkau lebih dari 52 ribu peserta didik di 257 sekolah. Program ini juga mulai diperluas ke wilayah Indonesia bagian timur, termasuk NTT dan Papua, sejak 2025.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi