Kamis 03 Sep 2026 13:28 WIB

Karhutla Meluas di Kalimantan Selatan, Tujuh Daerah Tetapkan Status Siaga

Karhutla di Kalimantan Selatan berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Friska Yolandha
Sejumlah kendaraan melintasi jalan yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (31/8/2026). Kabut asap tersebut menyelimuti sejumlah ruas jalur Trans Kalimantan di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Sejumlah kendaraan melintasi jalan yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (31/8/2026). Kabut asap tersebut menyelimuti sejumlah ruas jalur Trans Kalimantan di wilayah Kabupaten Kubu Raya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di Kalimantan sepanjang Agustus 2026. Di Kalimantan Selatan, tujuh kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat karhutla.

Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Selatan Raden Rafiq mengatakan karhutla yang kembali meluas tidak bisa hanya dipandang sebagai kebakaran musiman. Kondisi tersebut menjadi alarm atas kerusakan lingkungan dan krisis iklim yang semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga

“Karhutla yang kembali meluas di Kalimantan Selatan semestinya tidak hanya diartikan sebagai persoalan kebakaran musiman,” kata Raden di Jakarta, dikutip Kamis (3/9/2026).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, tujuh daerah telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Daerah tersebut yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Tanah Bumbu.

Luas lahan terdampak karhutla di Kalimantan Selatan juga terus meningkat sepanjang 2026. Kondisi ini terjadi di tengah meluasnya titik panas di Kalimantan yang sepanjang Agustus 2026 mencapai 37 ribu hotspot.

Karhutla turut berdampak pada masyarakat melalui paparan asap. Banyak warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan sebagian harus berpindah tempat untuk menghindari risiko kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.

Raden menilai persoalan karhutla juga tidak dapat dilepaskan dari krisis iklim. Di tengah kondisi tersebut, ketergantungan terhadap energi berbasis batu bara dan dukungan terhadap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dinilai berpotensi memperparah tekanan lingkungan.

photo
Orang utan jantan dewasa bernama Sampurna mendapat bantuan oksigen setelah ditemukan lemas dan tidak sadarkan diri di perkebunan sawit milik warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026). Tim gabungan BKSDA Kalimantan Barat dan Yayasan IAR Indonesia (YIARI) mengevakuasi orang utan tersebut ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI setelah diduga bergeser dari habitatnya akibat kebakaran hutan dan lahan serta mengalami gangguan pernapasan karena paparan asap pekat selama beberapa hari untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. - ( EPA/MUFFIDZ MASUM/YIARI)

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi