Jumat 04 Sep 2026 14:00 WIB

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Program relawan menyasar pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pertanian.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Satria K Yudha
Relawan Bakti BUMN saat berada di Nagari Kumango, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Foto: Pupuk Kaltim
Relawan Bakti BUMN saat berada di Nagari Kumango, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Program Kolaborasi Relawan Bakti BUMN menyasar sejumlah bidang di Nagari Kumango, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mulai dari pendidikan, lingkungan, kesehatan, hingga pertanian. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) turut mengirimkan relawan untuk menjalankan kegiatan bersama masyarakat di wilayah tersebut.

Perwakilan relawan Pupuk Kaltim Darman Harun mengatakan, Nagari Kumango dipilih dengan melihat sejumlah potensi yang dimiliki untuk pengembangan program.

Baca Juga

“Nagari Kumango dipilih dengan melihat sejumlah potensi yang dimiliki untuk pengembangan program,” ujar Darman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Darman menyampaikan wilayah tersebut memiliki potensi pertanian dan UMKM lokal, serta nilai budaya dan gotong royong yang kuat. Potensi tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi para relawan dalam menjalankan aktivitas bersama masyarakat.

Berdasarkan sasaran program, kegiatan mencakup sejumlah bidang utama, mulai dari pendidikan, lingkungan, pembinaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan pertanian, hingga kesehatan masyarakat. Pada sektor pendidikan, program menyasar SDN 20 dan SDN 06 Kumango melalui kegiatan mengajar, penguatan motivasi pelajar, serta dukungan sarana pendidikan.

“Di bidang lingkungan, para relawan terlibat dalam edukasi pengelolaan sampah dan penguatan bank sampah masyarakat,” sambung Darman.

Program juga menyentuh sektor kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan bagi ibu dan anak serta lansia, edukasi gizi, dan upaya pencegahan stunting. Sementara di bidang pembinaan ekonomi dan pertanian, kegiatan diarahkan pada penguatan kapasitas kelompok tani, edukasi pengelolaan hasil panen, pelatihan pertanian berkelanjutan, serta peningkatan literasi keuangan bagi pelaku UMK.

“Keterlibatan kami pada program ini memberikan pengalaman berharga, karena membuka ruang bagi insan BUMN dari berbagai latar belakang untuk bekerja bersama dan berkontribusi langsung di masyarakat,” lanjut Darman.

Senior Operator Ammonia Pabrik 1A Pupuk Kaltim ini menjelaskan, semangat utama yang dirasakan selama program berlangsung adalah kolaborasi. Para relawan tidak hanya hadir sebagai perwakilan perusahaan masing-masing, tetapi juga menyatukan energi, gagasan, serta kemampuan untuk menjalankan kegiatan bersama masyarakat.

“Harapannya, apa yang kami lakukan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat terus mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” kata Darman.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra menyampaikan dukungan terhadap keterlibatan insan perusahaan dalam program Relawan Bakti BUMN. Menurut Rafli, program ini merupakan salah satu inisiatif untuk mendorong keterlibatan insan BUMN dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara kolaboratif.

Pupuk Kaltim memandang program tersebut sebagai wadah bagi insan BUMN untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan.

“Program yang baik harus mampu memberi dampak dan membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang. Hal ini yang kami lihat dari Relawan Bakti BUMN, agar manfaat yang dihasilkan dapat semakin luas dan keberlanjutan program senantiasa terjaga,” ujar Rafli.

Rafli berharap keterlibatan insan Pupuk Kaltim dalam program tersebut dapat menjadi pengalaman yang memperkuat nilai kepedulian serta semangat kontribusi di lingkungan perusahaan. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung Asta Cita.

“Dukungan terhadap Asta Cita tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan produk untuk mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat,” kata Rafli.

Berita Lainnya

Rekomendasi