Selasa 15 Sep 2026 21:45 WIB

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Perlindungan Warga Diperkuat

Asap karhutla meningkatkan risiko kesehatan masyarakat.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Satria K Yudha
Pupuk Kaltim menyalurkan 76.400 masker untuk masyarakat terdampak karhutla di sejumlah wilayah.
Foto: Pupuk Kaltim
Pupuk Kaltim menyalurkan 76.400 masker untuk masyarakat terdampak karhutla di sejumlah wilayah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menimbulkan risiko kebakaran, tetapi juga menurunkan kualitas udara akibat paparan asap dan partikulat. Kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan yang berada di wilayah terdampak.

Sebanyak 76.400 masker disalurkan untuk masyarakat terdampak karhutla di Sumatera, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Penyaluran dilakukan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Baca Juga

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya mengatakan penyaluran dilakukan secara terkoordinasi untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan.

“Hal ini merupakan kesinambungan dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam menangani dampak Karhutla secara terpadu, sekaligus wujud kepedulian bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi penurunan kualitas udara akibat asap dan partikulat,” ujar Anggono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Anggono mengatakan paparan asap dalam jangka waktu tertentu dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Karena itu, perlindungan kesehatan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika karhutla terjadi.

“Karhutla tidak hanya berbicara kebakaran dan pemadaman, tapi juga dampak bagi masyarakat seperti penurunan kualitas udara. Untuk itu, dukungan perlindungan kesehatan menjadi hal penting bagi masyarakat terdampak,” ucap Anggono.

Sebanyak 25 ribu masker diserahkan di Kantor Wilayah III Kementerian Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kemudian, 21.400 masker diserahkan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup Wilayah II Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sedangkan 30 ribu masker lainnya diserahkan kepada KLH di Jakarta untuk didistribusikan ke wilayah Sumatera yang terdampak karhutla.

“Kami harap bantuan masker ini bisa dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” kata Anggono.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik dalam kondisi kedaruratan maupun upaya pencegahan dan peningkatan kesiapsiagaan.

“Ketika semua bergerak bersama, respons terhadap persoalan lingkungan akan lebih cepat dan efektif. Atas dasar itulah Pupuk Kaltim terus mengambil bagian dalam penanganan Karhutla,” ujar Rafli.

Sebelumnya, Pupuk Kaltim memberikan dukungan penanganan karhutla di Kota Bontang melalui sejumlah langkah di lapangan. Dukungan tersebut antara lain membuka akses pengisian air bagi armada pemadam kebakaran yang dapat dimanfaatkan selama 24 jam.

Dua lokasi pengisian air disiapkan untuk mendukung armada pemadam kebakaran yang terlibat dalam penanganan karhutla. Pupuk Kaltim juga menyalurkan 1.400 masker bagi masyarakat terdampak serta extra fooding bagi petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.

“Dukungan ini pun kami perluas melalui bantuan kali ini, sehingga penanganan Karhutla bisa berjalan beriringan dengan antisipasi dampak kesehatan di masyarakat,” lanjut Rafli.

Rafli mengatakan dukungan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, baik untuk merespons kondisi darurat maupun melalui program pencegahan dan kesiapsiagaan.

“Paling utama tentu bagaimana kita mencegah terjadinya kebakaran. Namun saat kondisi itu terjadi dan butuh penanganan, Pupuk Kaltim siap memberikan dukungan optimal sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Rafli.

Penanganan karhutla dengan demikian tidak hanya membutuhkan upaya pemadaman, tetapi juga perlindungan masyarakat dari dampak asap serta penguatan kesiapsiagaan. Koordinasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk merespons dampak kebakaran sekaligus mengurangi risikonya.

Berita Lainnya

Rekomendasi