Sabtu 26 Sep 2026 06:30 WIB

Republika Dorong Kolaborasi Jaga Hulu Citarum melalui ESG Now Ground Talk dan Bebersih Leuweung

Pemilahan sejak dari sumber menjadi langkah penting dalam pengelolaan sampah.

Republika menyelenggarakan ESG Now Ground Talk dan Bebersih Leuweung 2026 di kawasan Situ Cisanti, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Foto: Republika
Republika menyelenggarakan ESG Now Ground Talk dan Bebersih Leuweung 2026 di kawasan Situ Cisanti, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Menjaga keberlanjutan Sungai Citarum perlu dimulai dari kawasan hulunya. Semangat tersebut menjadi landasan pelaksanaan ESG Now Ground Talk dan Bebersih Leuweung 2026 yang digelar Republika di kawasan Situ Cisanti, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026). Kedua kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian ESG Now Movement 2026 yang mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat aksi nyata bagi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Mengangkat tema “Citarum Harum: Kolaborasi Membangun Ekosistem Sungai Berkelanjutan”, ESG Now Ground Talk menjadi forum dialog multipihak yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, komunitas lingkungan, serta akademisi. Diskusi diarahkan untuk membangun perspektif bersama mengenai kondisi dan masa depan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum sekaligus memperkuat komitmen menjaga kawasan hulu sebagai fondasi keberlanjutan ekosistem sungai.

Baca Juga

Kegiatan ini akan menghadirkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih sebagai pembicara utama. Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin menjadi moderator diskusi. 

“Republika ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merawat kawasan hulu, menjaga kebersihan hutan, dan membangun kesadaran bahwa menjaga sungai pada akhirnya adalah menjaga kehidupan,” ujar Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin. 

Situ Cisanti dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki makna strategis dan simbolik. Kawasan tersebut merupakan titik awal aliran Sungai Citarum. Karena itu, upaya menjaga kualitas dan keberlanjutan Citarum tidak dapat dilepaskan dari upaya melindungi kawasan hulu, termasuk hutan, mata air, dan lingkungan di sekitarnya.

Ground Talk juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bahwa keberhasilan upaya pemulihan dan pelestarian Citarum membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG) dapat menjadi kerangka kolaborasi yang menghubungkan kepentingan lingkungan dengan peran dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan masyarakat.

Setelah forum dialog, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Bebersih Leuweung 2026 yang mengangkat tema “Dari Hulu Menjaga Citarum: Merawat Leuweung, Menjaga Kehidupan”. Kegiatan ini merupakan inisiatif konservasi dan aksi kebersihan lingkungan yang digagas Republika bersama komunitas lokal, pencinta alam, serta berbagai institusi.

Bebersih Leuweung, yang dalam bahasa Sunda berarti “membersihkan hutan”, bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan hutan dan kelestarian lingkungan. Dalam kegiatan ini, relawan akan mengumpulkan sampah di sekitar kawasan Situ Cisanti dan ditempatkan sesuai jenis sampah yang telah ditentukan.

Sampah yang terkumpul kemudian akan dibawa ke fasilitas pengolahan untuk diproses sesuai jenisnya, bukan langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Kegiatan ini sekaligus mengedukasi peserta dan pengunjung bahwa pemilahan sejak dari sumber menjadi langkah penting dalam pengelolaan sampah.

Kegiatan Bebersih Leuweung merupakan kampanye lingkungan yang digelar Republika sejak 2024 dan kolaboratif dengan unsur pentahelix. Terlahir dari tim Republika Jawa Barat yang gemar menjelajah alam dan peduli terhadap kondisi gunung di Jawa Barat yang masih dinodai dengan sampah.

Kegiatan pertama kali dilakukan di Gunung Palasari, Kabupaten Bandung. Selanjutnya, pada tahun yang sama, Bebersih Leuweung kembali dilakukan di Gunung Putri Jayagiri, Lembang. Pada 2025, Bebersih Leuweung ketiga dilaksanakan di Gunung Manglayang, Bandung.

Selain menjaga kebersihan kawasan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa keberlanjutan lingkungan membutuhkan perubahan perilaku. Sampah yang ditinggalkan di kawasan hutan tidak hanya mengganggu ekosistem, tetapi juga dapat terbawa ke aliran sungai dan memperburuk persoalan pencemaran di wilayah hilir.

ESG Now Ground Talk dan Bebersih Leuweung 2026 terselenggara berkat kolaborasi Republika dengan Satgas Citarum Harum Kodam III Siliwangi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Acara ini juga disponsori oleh Artha Graha Peduli, Triputra Agro Persada, Danone Indonesia, Bank BJB, Rumah Zakat, PLN UID Jabar, Eiger, Bank BJB Syariah, dan Rumah Wakaf. Kegiatan tersebut juga berhasil terselenggara berkat dukungan dari Perhutani, Lica Indonesia, Perum Jasa Tirta II, dan Waste4Change. 

View this post on Instagram

A post shared by ESG Now (@esg.now)

Berita Lainnya

Rekomendasi