REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) bakal menutup Gunung Wayang di Kabupaten Bandung dari aktivitas manusia. Ia mengaku tengah menanti penyerahan status Gunung Wayang dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Ke depannya kita juga ingin, Gunung Wayang nanti setelah ada penyerahan dari (Kementerian) Kehutanan status gunungnya diberikan, kita gunungnya ingin tutup," ucap dia dalam acara ESG Ground Talk dan Bebersih Leuweung di hadapan masyarakat Kertasari, Kabupaten Bandung, di Situ Cisanti, Sabtu (26/9/2026).
Ia menuturkan pihaknya ingin menutup Gunung Wayang dari aktivitas manusia sehingga satwa harimau yang diyakini KDM ada dapat keluar dan nyaman serta beranak pinak.
"Gunung Wayangnya ingin ditutup, tidak boleh ada orang lagi yang masuk ke Gunung Wayang. Seterusnya tujuannya apa? Agar mbahnya kembali ada. Agar mbahnya kembali ada. Nah mbahnya tuh apa? Saya meyakini harimau itu ada cuma mereka tidak mau keluar," kata dia.
Ia mengungkapkan alasan harimau di Gunung Wayang tidak mau keluar karena kondisinya yang berbahaya. Sehingga, apabila lingkungan luar ditutup, maka akan merasa nyaman dan hidup lagi serta beranak pinak.
"Kenapa tidak mau keluar? Karena di luarnya masih berbahaya bagi dirinya. Kalau seluruh lingkungan luarnya nanti ditutup mereka merasa nyaman, mereka akan hidup lagi, beranak pinak kembali, saya yakin itu," kata dia.
Dedi melanjutkan, para pendaki yang datang ke gunung tidak boleh membawa makanan yang menggunakan bungkus plastik. Selain itu, kegiatan trail di hutan tidak diperbolehkan kembali karena mengganggu ekosistem satwa di hutan.
Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, seperti Komandan Satgas Citarum Garum Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto, Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana, dan Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin.