Sabtu 03 Oct 2026 19:53 WIB

Literasi Kemaritiman Diperkuat, PIS Kenalkan Dunia Laut kepada Siswa Pesisir

Pertamina dorong siswa pesisir peduli keberlanjutan laut

PT Pertamina International Shipping (PIS) melalui program Ocean LiteraSEA: Ocean Capacity yang digelar di SD Negeri Tanjung Sekong, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (29/9).
Foto: PT Pertamina International Shipping (PIS)
PT Pertamina International Shipping (PIS) melalui program Ocean LiteraSEA: Ocean Capacity yang digelar di SD Negeri Tanjung Sekong, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (29/9).

REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON — Literasi kemaritiman menjadi salah satu tantangan dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pengembangan industri maritim Indonesia. Edukasi mengenai ekosistem laut, dunia kemaritiman, hingga peluang pendidikan dan profesi di sektor kelautan dinilai perlu diperkenalkan sejak usia sekolah.

Hal tersebut menjadi perhatian PT Pertamina International Shipping (PIS) melalui program Ocean LiteraSEA: Ocean Capacity yang digelar di SD Negeri Tanjung Sekong, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (29/9). Kegiatan tersebut diikuti 50 siswa dari SD Negeri Tanjung Sekong dan SDN Widyatama.

Program tersebut dikemas melalui edukasi interaktif mengenai ekosistem laut, industri maritim, serta berbagai profesi dan jalur pendidikan yang dapat ditempuh untuk berkarier di sektor kelautan.

Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan penguatan pemahaman mengenai laut perlu dilakukan sejak dini, khususnya bagi anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir.

"Laut bukan hanya ruang hidup hari ini, tetapi juga ruang masa depan bagi generasi muda kita. Melalui Ocean Capacity, PIS ingin membuka wawasan dan imajinasi anak-anak pesisir bahwa laut menyimpan begitu banyak peluang, baik untuk belajar, berkarya, dan suatu hari kelak menjadi bagian dari industri maritim Indonesia," ujar Vega.

Menurut dia, pengembangan industri maritim tidak hanya membutuhkan armada, teknologi, dan investasi. Ketersediaan sumber daya manusia yang memahami sektor kelautan dan memiliki kepedulian terhadap laut juga menjadi bagian penting dalam pengembangan industri tersebut.

Dalam kegiatan Ocean LiteraSEA, PIS bersama relawan SEAnergi memperkenalkan industri maritim Indonesia, profesi di sektor kelautan, serta jalur pendidikan yang dapat ditempuh siswa untuk bekerja di bidang tersebut.

Materi disampaikan melalui sejumlah kegiatan interaktif. Para siswa mengikuti permainan mengenai ekosistem laut atau Ocean Challenge, lomba menggambar bertema laut, cerdas cermat kelautan, hingga sesi mendongeng menggunakan buku bertema kemaritiman.

Selain edukasi, PIS turut mendukung penguatan fasilitas literasi di sekolah melalui revitalisasi perpustakaan SD Negeri Tanjung Sekong dan donasi buku bertema laut.

Kepala SD Negeri Tanjung Sekong Muawana mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan upaya sekolah meningkatkan kemampuan literasi siswa.

"Semoga dengan adanya kegiatan literasi dari Ocean LiteraSEA Pertamina International Shipping ini bisa membangkitkan semangat anak kami untuk belajar literasi di sekolah," ujar Muawana.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2023, Ocean LiteraSEA disebut telah menjangkau 69 sekolah pesisir dan lebih dari 5.500 siswa. Program tersebut juga telah melahirkan 40 guru tersertifikasi sebagai pengajar ilmu kelautan serta merevitalisasi 25 perpustakaan sekolah.

PIS menempatkan program tersebut sebagai bagian dari pilar Advancing Education dalam inisiatif SEAnergi. Fokusnya tidak hanya pada pengenalan laut, tetapi juga membuka wawasan siswa mengenai peluang pendidikan dan profesi yang berkaitan dengan sektor kemaritiman.

Vega mengatakan pembangunan masa depan industri maritim perlu dibarengi dengan penyiapan manusia sejak dini. Menurut dia, generasi muda perlu memiliki pemahaman mengenai potensi laut sekaligus kepedulian untuk menjaganya.

"Bagi PIS, membangun masa depan maritim tidak cukup hanya dengan kapal, teknologi, dan investasi. Kita juga harus menyiapkan manusianya sejak dini, agar tumbuh generasi yang mencintai laut, memahami potensinya, dan memiliki keberanian untuk mengambil peran di dalamnya," ujar Vega.

Berita Lainnya

Rekomendasi