Senin 18 Sep 2023 12:58 WIB

Mengenal Apa Itu ESG dan Perannya dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

ESG merupakan inisiasi dalam bisnis merespons pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Environmental, Social, and Governance (ESG) kian menjadi isu krusial bagi perusahaan di dunia (Foto: ilustrasi ESG)
Foto: www.freepik.com
Environmental, Social, and Governance (ESG) kian menjadi isu krusial bagi perusahaan di dunia (Foto: ilustrasi ESG)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Environmental, social, and governance (ESG) kian menjadi isu krusial bagi perusahaan-perusahaan di tingkat nasional maupun internasional. Namun, belum seluruh lapisan masyarakat paham mengenai ESG, dan alasannya penting bagi keberlanjutan kehidupan di dunia.

ESG merupakan kerangka kerja bisnis dan perusahaan dalam menjalankan prosedur investasi yang terdiri atas tiga kriteria, yaitu lingkungan (environmental), sosial (social), dan tata kelola perusahaan (governance). ESG termasuk pada inisiasi dari kalangan bisnis dalam merespon desakan untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Meskipun pengertian ESG hampir sama dengan CSR (corporate social responsibility), kedua praktik ini berbeda mulai dari tujuan hingga pelaksanaan prinsip. CSR diartikan sebagai tanggung jawab perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan serta memberikan dampak positif bagi lingkungan area perusahaan. Sementara ESG, perusahaan harus menerapkan konsep berkelanjutan sejak dari awal proses bisnis sampai operasional secara menyeluruh.

 

Apa saja kriteria untuk ESG?

Mengutip laman investopedia, Senin (18/9/2023), seiring dengan meningkatnya jumlah dana ESG untuk mengelola investasi, para pemimpin bisnis di perusahaan semakin memperhatikan ESG sebagai pendekatan fungsional dalam menjalankan bisnis. Setiap aspek ESG memainkan peran penting dalam upaya meningkatkan fokus perusahaan terhadap praktik-praktik yang berkelanjutan dan beretika.

Berikut ini adalah rincian tentang kriteria ESG yang umum digunakan oleh perusahaan dan investor.

 

Lingkungan (Environmental)

Faktor lingkungan melibatkan pertimbangan dampak keseluruhan organisasi terhadap lingkungan serta potensi risiko dan peluang yang dihadapi karena isu-isu lingkungan, seperti perubahan iklim dan langkah-langkah untuk melindungi sumber daya alam.

Contoh faktor lingkungan yang dapat menjadi kriteria LST adalah konsumsi dan efisiensi energi, jejak karbon termasuk emisi gas rumah kaca, pengelolaan limbah, polusi udara dan air, hilangnya keanekaragaman hayati, deforestasi, serta penipisan sumber daya alam.

 

Sosial (Social)

Faktor sosial membahas bagaimana perusahaan memperlakukan berbagai kelompok termasuk karyawan, pemasok, konsumen, dan komunitas. Kriteria yang digunakan mencakup gaji yang adil bagi karyawan, termasuk upah layak, program keragaman, kesetaraan dan inklusi (DEI), pengalaman dan keterlibatan karyawan, kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.

Lalu perlindungan data dan kebijakan privasi, perlakuan yang adil terhadap pelanggan dan pemasok, hubungan dengan masyarakat, termasuk hubungan organisasi dengan dan dampaknya terhadap masyarakat setempat di mana organisasi beroperasi, pendanaan proyek atau lembaga yang membantu masyarakat miskin dan kurang terlayani, serta dukungan terhadap hak asasi manusia dan standar ketenagakerjaan.

 

Tata Kelola (Governance)

Faktor tata kelola mengkaji bagaimana perusahaan mengatur dirinya sendiri dengan fokus pada kontrol dan praktik internal untuk menjaga kepatuhan terhadap peraturan, praktik terbaik industri, dan kebijakan perusahaan.

Contoh-contohnya meliputi hal-hal seperti kepemimpinan dan manajemen perusahaan, komposisi dewan, termasuk keragaman dan strukturnya, kebijakan kompensasi eksekutif, transparansi keuangan dan integritas bisnis, kepatuhan terhadap peraturan dan inisiatif manajemen risiko, dan praktik-praktik bisnis yang etis.

Lalu aturan tentang korupsi, penyuapan, konflik kepentingan, serta donasi dan lobi politik, serta program-program pelaporan pelanggaran (whistleblower).

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement