Selasa 28 Nov 2023 17:15 WIB

Emirates Jadi Maskapai Penerbangan Pertama Gunakan 100 Persen SAF

SAF digunakan pada penerbangan Emirates dari Dubai International.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Maskapai Emirates berkomitmen menggunakan bahan bakar ramah lingkungan SAF.
Foto: www.freepik.com
Maskapai Emirates berkomitmen menggunakan bahan bakar ramah lingkungan SAF.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Emirates menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang mengoperasikan penerbangan demonstrasi A380 dengan menggunakan 100 persen bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF). Penerbangan tersebut dioperasikan dari Dubai International, dengan salah satu dari empat mesinnya menggunakan 100 persen SAF.

“Penerbangan yang sukses tersebut membantu menunjukkan potensi SAF sebagai pengganti bahan bakar yang sesuai dengan persyaratan teknis dan kimiawi bahan bakar jet, sekaligus menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan,” kata chief operating officer di Emirates Airline, Adel Al Redha, seperti dilansir Business Traveler, Selasa (28/11/2023).

Baca Juga

SAF 100 persen digunakan pada satu mesin Engine Alliance GP7200, sementara bahan bakar jet konvensional digunakan pada tiga mesin lainnya. Unit daya tambahan PW980 dari Pratt & Whitney Canada juga menggunakan 100 persen SAF.

Penerbangan ini membawa empat ton SAF, yang terdiri dari HEFA-SPK yang disediakan oleh Neste dan HDO-SAK dari Virent. ENOC mendapatkan SAF yang terdiri dari HEFA-SPK, dan memadukannya dengan Sustainable Aviation Kerosene (SAK) di fasilitasnya di Dubai International menjelang demonstrasi.

 

“Ini merupakan momen yang membanggakan bagi Emirates dan mitra kami, karena kami mewujudkannya dalam bentuk nyata melalui penelitian dan uji coba konsentrasi SAF yang lebih tinggi yang pada akhirnya akan mengarah pada adopsi industri penerbangan dengan 100 persen SAF,” kata Adel.

Julie Kitcher, wakil presiden eksekutif Komunikasi dan Urusan Korporat Airbus, menyatakan bahwa keberhasilan Emirates dalam menerbangkan pesawat terbesar di dunia A380 dengan ditenagai oleh mesin yang menggunakan 100 persen SAF adalah momen simbolis. Karena ini adalah pertama kalinya drop-in SAF digunakan pada pesawat A380.

"Bahan bakar ini merupakan cara paling efektif untuk mengatasi emisi CO2 di industri penerbangan saat ini. SAF sangat penting untuk memenuhi target sektor ini untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050, tetapi membutuhkan dukungan dari seluruh industri. Di Airbus, kami bekerja untuk membuat semua pesawat kami 100 persen berkemampuan SAF pada tahun 2030," tambah Kitcher.

Awal tahun ini, Emirates menyelesaikan penerbangan demonstrasi bertenaga SAF 100 persen pertama di kawasan ini dengan Boeing 777-300ER bertenaga GE90. Selanjutnya, Shell Aviation mencapai kesepakatan dengan Emirates untuk memasok lebih dari 300 ribu galon campuran SAF untuk digunakan di Dubai International (DXB). Bulan lalu, penerbangan Emirates pertama yang menggunakan SAF tersebut lepas landas dari bandara tersebut.

Emirates juga baru-baru ini memperluas kemitraannya dengan Neste untuk memasok lebih dari 3 juta galon SAF campuran pada tahun 2024 dan 2025 untuk penerbangan yang berangkat dari bandara Schiphol Amsterdam dan bandara Changi Singapura. SAF campuran akan terdiri dari lebih dari satu juta galon SAF bersih. Hal ini menunjukkan rasio campuran lebih dari 30 persen SAF yang dikombinasikan dengan bahan bakar Jet A-1 konvensional.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement