Selasa 28 Nov 2023 17:30 WIB

Hidrogen Terbarukan Dinilai Percepat Pencapaian Net Zero

Hidrogen hojau bisa jadi solusi menangkal konsekuensi negatif dari krisis iklim.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Hidrogen hijau bisa dipadukan menjadi jaringan energi yang terintegrasi dengan infrastruktur.
Foto: www.freepik.com
Hidrogen hijau bisa dipadukan menjadi jaringan energi yang terintegrasi dengan infrastruktur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah negara yang memiliki peta jalan hidrogen nasional telah meningkat lebih dari tiga kali lipat selama dua tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa banyak negara bersiap-siap untuk memproduksi dan memanfaatkan hidrogen terbarukan, serta mendapatkan keuntungan dari peluang ekonomi yang akan dihasilkan.

Petra Schwager, kepala divisi Climate and Technology Partnership (CTP) dari Organisasi Pembangunan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO), menjelaskan bahwa hydrogen hijau bisa menjadi solusi untuk menangkal konsekuensi negatif dari krisis iklim. Hidrogen hijau yang dihasilkan dari energi terbarukan adalah vektor energi yang bersih, dapat disimpan, dan portabel. 

Baca Juga

Hidrogen hijau dapat dipadukan ke dalam jaringan energi yang ada dan diintegrasikan dengan infrastruktur saat ini. Hidrogen hijau sangat serbaguna dan penting untuk industri baja, semen, dan kimia yang mengeluarkan emisi berat serta transportasi jarak jauh.

“Hidrogen hijau adalah satu-satunya cara untuk mengurangi karbon dan untuk memerangi perubahan iklim secara efektif, kita benar-benar perlu mengurangi karbon dari industri-industri penting ini,” kata Schwager seperti dilansir Euro News, Selasa (28/11/2023).

Hidrogen terbarukan sangat menjanjikan bagi negara berkembang dan negara dengan tingkat pendapatan per kapita rendah menuju level menengah (emerging economies). Di Afrika, Amerika Latin dan Asia terdapat kondisi yang ideal untuk memproduksinya secara efisien dan relatif murah. Sifat desentralisasi produksi hidrogen terbarukan juga meningkatkan keamanan energi.

Produksi lokal dan penerapan hidrogen terbarukan dapat mendorong pengembangan industri dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang. Mereka dapat melompati hidrogen terbarukan sebagai solusi energi bersih dan mulai membangun rantai nilai hidrogen lokal mereka.

Hal ini dapat membuka jalan bagi penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, inovasi, dan mobilisasi investasi. Hidrogen terbarukan juga dapat memperkuat ketahanan negara berkembang secara keseluruhan. Selain itu, perdagangan hidrogen global dapat menawarkan peluang untuk menciptakan situasi yang saling menguntungkan bagi negara produsen dan pengimpor, yang membawa keuntungan bagi semua pihak.

“Untuk membangun ekonomi hidrogen yang berkelanjutan dan adil, kita sangat perlu mengelola sumber daya dengan hati-hati dan memastikan bahwa manfaatnya dibagi secara adil,” tegas Schwager

Sebagai contoh, wilayah dengan potensi energi matahari yang melimpah seringkali gersang dan rentan terhadap tekanan air. Produksi hidrogen terbarukan bergantung pada air untuk elektrolisis dan kita perlu memastikan bahwa ada pengawasan yang memadai untuk menghindari pengalihan sumber daya air yang langka secara tidak tepat.

"Setiap orang yang terlibat harus memastikan bahwa masyarakat setempat mendapat manfaat dari infrastruktur hidrogen melalui pengembangan keterampilan yang tepat, penciptaan lapangan kerja, dan standar hidup yang lebih baik secara keseluruhan,” kata Schwager.

Demikian pula, energi yang dibutuhkan untuk memproses hidrogen terbarukan tidak boleh mengorbankan kebutuhan energi masyarakat setempat. Setiap orang yang terlibat harus memastikan bahwa masyarakat setempat mendapatkan manfaat dari infrastruktur hidrogen melalui pengembangan keterampilan yang sesuai, penciptaan lapangan kerja dan standar hidup yang lebih baik secara keseluruhan.

Untuk mendukung pertumbuhan hidrogen hijau di negara berkembang, kata Schwager, UNIDO juga meluncurkan Program Global untuk Hidrogen dalam Industri. Ia pun mendorong transisi hidrogen yang adil yang mengedepankan aspek sosial dan lingkungan. Bersama dengan mitra UNIDO seperti IRENA, IEA, dan ISO untuk mendukung pengembangan kebijakan pasar, standar, keterampilan, instrumen pembiayaan, dan inovasi.

"Berkontribusi dalam mempersiapkan dan mengurangi risiko investasi dalam proyek hidrogen terbarukan yang nyata adalah elemen kunci dari program ini. Baru-baru ini, UNIDO telah mengambil alih koordinasi Forum Perdagangan Hidrogen Internasional, yang menjadi platform untuk negara-negara pengekspor dan pengimpor hidrogen rendah karbon di masa depan. Kami membantu membuka nilai sosio-ekonomi dan lingkungan dari perdagangan hidrogen internasional yang membawa manfaat bagi semua negara yang terlibat," kata Schwager.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement