Rabu 13 Dec 2023 12:56 WIB

Pupuk Kaltim Berkomitmen Terapkan Inovasi Berkelanjutan

Pupuk Kaltim secara rutin terlibat di ajang TKMPN guna mengukur efektivitas inovasi.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pabrik PT Pupuk Kaltim.
Foto: Pupuk Kaltim
Pabrik PT Pupuk Kaltim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Inovasi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali memborong penghargaan pada ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVII di Yogyakarta. Sebanyak 15 gugus inovasi Pupuk Kaltim berhasil meraih prestasi, dengan capaian masing-masing 9 Platinum dan 6 Diamond sebagai predikat tertinggi. 

Setiap tim yang berpartisipasi mempresentasikan berbagai terobosan dan inovasi yang berhasil dicapai satu tahun terakhir. Mulai efektivitas proses produksi, peningkatan performa perangkat pabrik, hingga jasa pelayanan dan perbaikan dengan nilai efisiensi mencapai miliaran rupiah. 

Baca Juga

"Keberhasilan ini makin mengukuhkan Pupuk Kaltim sebagai industry leader Tanah Air, yang dinilai mampu meningkatkan performa perusahaan dengan mengedepankan inovasi serta efisiensi dan efektivitas di segala bidang," ujar VP Inovasi dan Pengembangan Manajemen (Inbangmen) Pupuk Kaltim Dian Wahyu Pratama, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/12/2023).

Dian menyampaikan, Pupuk Kaltim secara rutin terlibat di ajang TKMPN guna mengukur efektivitas inovasi, khususnya dalam mendukung komitmen perusahaan untuk peningkatan mutu produksi dan efisiensi secara berkesinambungan. Hal ini sekaligus menunjukkan semangat dan komitmen seluruh unit kerja Pupuk Kaltim untuk terus mengembangkan inovasi melalui pemanfaatan teknologi dalam mencapai efisiensi yang lebih signifikan, berorientasi pada pengembangan Industry 4.0 yang juga diterapkan perusahaan secara berkesinambungan. 

 

"Pengembangan inovasi terus digalakkan Pupuk Kaltim dalam mendukung aktivitas bisnis perusahaan maupun dampak langsung ke masyarakat. Dan melalui TKMPN, kita bisa mengukur sejauh mana efektivitas inovasi tersebut untuk dikembangkan lagi ke depannya,” ujar Dian. 

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo mengungkapkan, berbagai inovasi yang meraih penghargaan TKMPN XXVII membuktikan konsistensi Pupuk Kaltim terhadap pengembangan mutu produksi dan efisiensi, yang sejalan dengan prinsip environment, social, and governance (ESG).

Hal ini pun terus didukung direksi dan manajemen Pupuk Kaltim dengan memfasilitasi para inovator melalui ajang kompetisi terbuka, mulai dari internal perusahaan melalui Pupuk Kaltim Innovation Award (PIA) setiap tahun, guna melahirkan beragam tools baru dengan berbagai keunggulan.

“Inovasi Pupuk Kaltim terus berkembang setiap tahun dalam mendukung kinerja perusahaan. Mulai dari perencanaan, eksekusi, hingga monitoring dan evaluasi. Kontribusi dari setiap inovasi pun memberi dampak signifikan terhadap perusahaan dibuktikan dari nilai efisiensi yang terus meningkat dari tahun ke tahun," kata Soesilo. 

Soesilo mengapresiasi seluruh prestasi yang berhasil diraih tim inovasi Pupuk Kaltim pada TKMPN tahun ini dan berharap capaian tersebut menjadi semangat untuk lebih meningkatkan kinerja dalam mendukung realisasi target perusahaan. Terlebih, inovasi diciptakan secara mandiri dengan nilai efisiensi yang terus meningkat sehingga mampu menyelamatkan perusahaan dari berbagai potensi risiko dan kerugian.

"Hal ini pun dibuktikan dengan capaian prestasi yang tidak hanya diakui secara nasional, tapi juga di kancah internasional yang turut berhasil meraih penghargaan prestisius dari berbagai inovasi yang digagas," ujar Soesilo.

Soesilo optimistis melalui inovasi Pupuk Kaltim mampu mempertahankan kinerja positif dalam jangka panjang, guna meningkatkan kontribusi terhadap sektor ketahanan pangan melalui penyediaan pupuk berkualitas. Dari hal itu, Pupuk Kaltim pun meyakini semakin siap menjadi pemain utama industri petrokimia dan meningkatkan potensi di pasar global.

"Inovasi menjadi salah satu fokus Pupuk Kaltim dalam mendukung kinerja berkelanjutan sekaligus meningkatkan eksistensi di pasar global untuk membuka peluang yang lebih luas," kata Soesilo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement