Sabtu 29 Nov 2025 10:50 WIB

PLTMH dan PLTS Hadirkan Listrik Ramah Lingkungan untuk Warga Ausem Papua

Kombinasi energi terbarukan dorong kemandirian energi dan peningkatan ekonomi kampung

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menghadirkan listrik bersih dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 10 kW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 7 kWp di Kampung Ausem, Papua.
Foto: Dok Republika
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menghadirkan listrik bersih dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 10 kW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 7 kWp di Kampung Ausem, Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menghadirkan listrik bersih dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 10 kW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 7 kWp di Kampung Ausem, Papua. Pembangkit listrik tersebut dihadirkan Pelindo melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bekerja sama dengan Yayasan Ibeka.

“Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara sisi energi dan ekonomi biru, sehingga paling tidak kampung ini ikut mendukung komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujar Direktur Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Hendra Iswahyudi, dalam keterangan resminya yang diterima di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga

Program ini menghadirkan akses listrik 24 jam bagi 154 jiwa dari 35 kepala keluarga, termasuk 10 fasilitas umum, menjadikan Ausem sebagai desa pertama di Distrik Yerui yang menikmati listrik berkelanjutan berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi Pelindo dalam pemerataan energi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir dan kepulauan.

“Pelindo berkomitmen menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Pembangkit energi terpadu di Ausem, Papua bukan sekadar menghadirkan listrik, tetapi membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan Astacita Presiden,” ujar Ali.

Pelindo dan Ibeka juga membangun workshop ekonomi produktif dan mendampingi pembentukan BUMK (Badan Usaha Milik Kampung) Mariseni Jaya Ausem yang kini menjadi pengelola operasional PLTMH, PLTS, mesin es balok, bengkel perahu, serta unit usaha ekonomi produktif lainnya.

Potensi ekonomi masyarakat meningkat signifikan, dengan estimasi produksi 3–11 ton hasil perikanan per bulan dan potensi pendapatan Rp 58–167 juta per bulan, termasuk peluang penjualan ke wilayah Biak dan Serui.

Pembangkit Energi Terpadu Ausem ini, kata dia, menjadi contoh implementasi EBT berbasis komunitas dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap perencanaan hingga operasional.

“Kami berharap hadirnya Pembangkit Energi Terpadu ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan mengembangkan potensi besar yang dimiliki Ausem,” kata Ali.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement