Ahad 11 Jan 2026 03:20 WIB

Empat Ekor Hiu Paus Berhasil Ditandai

Penandaan hiu paus adalah bagian dari program Marine Biodiverseaty.

Hiu Paus
Foto: Ist
Hiu Paus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Empat ekor hiu paus berhasil ditandai (tagging) di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Upaya penandaan hewan bernama latin Rhincodon typus ini dilakukan Pertamina International Shipping (PIS) yang bekerjasama dengan Konservasi Indonesia.

Hingga saat ini, PIS berhasil menandai tujuh ekor hiu paus selama dua tahun terakhir. Proses penandaan hiu paus di perairan Derawan berlangsung beberapa waktu lalu. Keberhasilan penandaan sejumlah individu baru hiu paus menjadi kemajuan dalam upaya studi dan observasi ikan terbesar di dunia ini. Adapun empat hiu paus tersebut diberikan nama sesuai dengan nama kapal tanker kebanggaan PIS, yakni; Pride, Prime, Bangka, Belitung, seperti tertera dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2026).

Baca Juga

“Tujuan utama tagging hiu paus ini adalah bagaimana kami dari PIS dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian fauna di Indonesia. Data-data yang kami kumpulkan bersama mitra yang berpengalaman diharapkan dapat mendukung upaya menjaga satwa yang sangat penting di lautan Indonesia. Dengan demikian, kami juga bisa mengatur operasional kami sehingga dapat berdampak positif terhadap keberlangsungan satwa tersebut,” ujar Manager CSR PIS Alih Istik Wahyuni.

Salah satu tujuan penandaan hiu paus ini juga agar PIS dapat mengenali rute-rute yang biasa dilintasi oleh populasi hiu paus di Nusantara sehingga kapal-kapal mereka dapat menghindari tabrakan rute yang sama. Dari hasil penelitian sejumlah pihak, tabrakan dengan kapal-kapal besar menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kematian hiu paus dan penurunan populasinya.

“Data-data yang kami dapatkan dari hasil tagging hiu paus ini akan membantu kami memetakan jalur-jalur dan migrasi hiu paus tersebut. Data ini akan kami integrasikan dengan data pelayaran yang kami punya sehingga kami bisa meminimalisasi potensi risiko tabrakan hiu paus dengan kapal-kapal yang dioperasikan PIS. Dengan begitu kami juga bisa berkontribusi untuk menjaga kelestarian hiu paus di Indonesia,” imbuh Alih.

 

photo
Pengunjung menaiki perahu wisata untuk melihat Hiu Paus (Rhincodon Typus) di objek wisata Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Rabu (22/5/2024). Sejak bulan Januari 2024 hingga 22 Mei 2024, tercatat 287 kemunculan Hiu Paus berdasarkan kalender kemunculan yang didata oleh kelompok pengawas di objek wisata unggulan Provinsi Gorontalo tersebut. - (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement