REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) membangun kembali SDN 49 Batang Kabung di Kota Padang, Sumatra Barat, yang rusak akibat banjir bandang pada Desember 2025. Selain itu, perusahaan juga membuka posko layanan pengobatan gratis bagi warga terdampak di sekitar lokasi bencana.
Pembangunan sekolah dilakukan di atas lahan seluas 1.000 meter persegi milik Pemerintah Kota Padang. Langkah ini ditujukan agar proses belajar mengajar ratusan siswa yang sempat terhenti dapat kembali berjalan normal.
Anggota DPR RI Komisi VI Andre Rosiade mengapresiasi langkah INALUM dalam mendukung pemulihan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan bagi warga terdampak.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada INALUM atas kepedulian dan komitmennya membangun kembali SDN 49 Batang Kabung serta menghadirkan pengobatan gratis bagi masyarakat. Ini adalah bentuk nyata kehadiran BUMN untuk rakyat. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar proses pemulihan pasca bencana bisa berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyebut dukungan dunia usaha berperan penting dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana.
“Kami berterima kasih atas dukungan INALUM dalam membangun kembali SDN 49 Batang Kabung. Sekolah ini memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar, dan pemulihannya menjadi prioritas agar anak-anak dapat kembali belajar secara optimal,” katanya.
Direktur Utama INALUM Melati Sarnita mengatakan pembangunan kembali sekolah dan penyediaan layanan kesehatan gratis merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir dalam proses pemulihan sosial.
“Pendidikan dan kesehatan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Melalui pembangunan kembali SDN 49 Batang Kabung dan penyediaan posko pengobatan gratis ini, INALUM ingin memastikan bahwa anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak. Kami percaya, pemulihan pasca-bencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang memulihkan harapan dan semangat masyarakat,” ujar Melati.
Banjir bandang yang melanda Batang Kabung menyebabkan bangunan sekolah hanyut dan memaksa siswa menjalani pembelajaran darurat. Secara regional, bencana hidrometeorologi di Sumatra juga mengganggu aktivitas belajar ratusan ribu siswa akibat kerusakan fasilitas pendidikan.
INALUM menyatakan akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk mendukung pemulihan berkelanjutan di Sumatra Barat.