Rabu 03 Jun 2026 13:30 WIB

Sampah Tembus 1.700 Ton per Hari, TPA Sarimukti Kritis

Kapasitas TPA Sarimukti hanya cukup untuk sekitar enam bulan ke depan.

Rep: Ferry Bangkit/ Red: Satria K Yudha
Antrean truk pengangkut sampah mengular di kawasan TPA Sarimukti, Desa Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (16/3/2026).
Foto: Ferry Bangki/Republika
Antrean truk pengangkut sampah mengular di kawasan TPA Sarimukti, Desa Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (16/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT – Usia operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat diperkirakan hanya mampu bertahan hingga Oktober 2026. Keterbatasan alat pemadatan sampah dan tingginya volume sampah yang masuk menjadi penyebab utama lebih cepat penuhnya lokasi pembuangan sampah terbesar di Bandung Raya tersebut.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Arief Perdana mengatakan, hasil evaluasi terbaru menunjukkan kapasitas TPA Sarimukti hanya cukup untuk sekitar enam bulan ke depan.

Baca Juga

“Setelah dihitung kembali, kapasitas TPA Sarimukti hanya bisa bertahan sampai Oktober 2026, sesuai yang disampaikan Pak Gubernur,” kata Arief saat dihubungi, Rabu (3/6/2026).

Menurut Arief, berdasarkan perencanaan dalam detail engineering design (DED), zona 5 atau area perluasan TPA Sarimukti seluas 6,3 hektare dirancang mampu menampung lebih dari 2 juta ton sampah dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

Namun kapasitas tersebut sulit tercapai karena proses pembentukan landfill dan pemadatan sampah tidak berjalan optimal akibat keterbatasan alat berat.

“Nah, di lapangan alatnya tidak ada. Alat kompaktor kita tidak ada, yang kita punya dua unit rusak. Kemudian alat-alat lain juga terbatas. Banyak alat yang sudah diperbaiki, nyala sebentar lalu mati lagi. Jadi memang itu yang harus kita hadapi. Jadi upaya pemadatan dan pembentukan landfill itu kurang optimal,” ujar Arief.

Di sisi lain, volume sampah yang masuk ke TPA Sarimukti masih melampaui kuota yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah Jawa Barat tentang pembatasan pembuangan sampah ke TPPAS Regional Sarimukti.

Arief mengatakan volume sampah yang ditargetkan sekitar 1.400 ton per hari dalam praktiknya bisa mencapai 1.700 ton per hari.

“Sampah dari sumbernya tidak bisa ditahan. Kita upayakan 1.400 ton, tetapi realitanya bisa mencapai 1.700 ton per hari,” ucap Arief.

Menurut dia, tambahan sampah dari kegiatan bersih-bersih yang dilakukan sejumlah daerah di Bandung Raya juga mempercepat terisinya zona perluasan TPA Sarimukti.

Secara visual, kondisi zona 5 saat ini disebut sudah hampir penuh meski secara perhitungan kapasitas baru terisi sekitar 30 hingga 40 persen.

“Kalau ditanya kondisi TPA Sarimukti sekarang secara visual memang sudah hampir penuh. Meskipun dari hitungan angka mungkin baru sekitar 30 sampai 40 persen, tetapi karena faktor pemadatan yang tidak optimal, secara visual sudah terlihat seperti 90 persen terisi,” kata Arief.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penuhnya TPA Sarimukti, termasuk memanfaatkan kembali zona 3 dan zona 4 yang sebelumnya telah dinonaktifkan. Namun pelaksanaannya masih bergantung pada ketersediaan anggaran.

“Untuk langkah selanjutnya, sebenarnya kita sudah menyusun beberapa perencanaan. Namun pelaksanaannya tergantung pada ketersediaan anggaran. Kita sudah menggeser beberapa anggaran agar fokus ke Sarimukti,” ujar Arief.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement