Selasa 04 Aug 2026 15:17 WIB

Hadapi El Nino, BMKG Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca di Sejumlah Daerah

Enam provinsi menjadi fokus operasi modifikasi cuaca guna mencegah karhutla.

Foto udara aliran sungai Ciberang yang debit airnya mulai menyusut di Cipanas, Lebak, Banten, Ahad (2/8/2026). BPBD Kabupaten Lebak menetapkan status siaga darurat kekeringan akibat musim kemarau panjang hingga 14 Agustus 2026 dengan wilayah terdampak yang dipetakan mencakup 90 desa di 23 kecamatan.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Foto udara aliran sungai Ciberang yang debit airnya mulai menyusut di Cipanas, Lebak, Banten, Ahad (2/8/2026). BPBD Kabupaten Lebak menetapkan status siaga darurat kekeringan akibat musim kemarau panjang hingga 14 Agustus 2026 dengan wilayah terdampak yang dipetakan mencakup 90 desa di 23 kecamatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menjaga ketersediaan air di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang beriringan dengan El Nino.

Setelah menghadiri Dialog Nasional Dampak El Nino di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Selasa (4/8/2026), Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan berkurangnya curah hujan akibat El Nino dapat berdampak pada menurunnya pasokan air yang masuk ke waduk-waduk di Indonesia.

Baca Juga

Padahal, waduk tersebut memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan air baku, pertanian, hingga pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

"Oleh karena itu, BMKG bekerja sama dengan para pemangku kepentingan, pengelola waduk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan pihak terkait lainnya melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk menambah pasokan air waduk," kata Tri.

Ia menjelaskan operasi modifikasi cuaca telah dilakukan di sejumlah wilayah untuk mendukung ketersediaan air, termasuk di wilayah tangkapan air yang menopang sektor energi seperti Danau Toba di Sumatera Utara dan Danau Poso di Sulawesi Tengah.

"Saat ini kami sedang melaksanakan operasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat, supaya pasokan energi, air, dan kebutuhan pertanian dapat terjaga dengan baik," ujarnya.

Tri mengatakan operasi modifikasi cuaca juga menjadi salah satu langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau yang lebih kering.

Menurut dia, berkurangnya curah hujan menyebabkan pasokan air ke kubah gambut menurun, sementara proses penguapan tetap berlangsung sehingga lahan gambut menjadi lebih kering dan lebih mudah terbakar.

"Untuk mitigasi itu juga dilakukan operasi modifikasi cuaca dengan metode pembasahan lahan gambut agar tetap basah sehingga sulit dibakar, apalagi terbakar," katanya.

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi