REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI — Kondisi Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, dinyatakan sudah tidak memiliki asap aktif. Meski demikian, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan tersebut masih menjadi perhatian tim gabungan.
Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Bukit Tempurung Sandy Prabowo mengatakan, kondisi terkini di kawasan HLG Londerang sudah dinyatakan clear dari asap aktif.
“Kondisi saat ini, di wilayah (HLG) Londerang, sudah tidak ada asap aktif dan clear,” ujar Sandy, Kamis (1/10).
Penanganan karhutla di kawasan tersebut sebelumnya melibatkan sejumlah unsur, termasuk Manggala Agni, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Masyarakat Peduli Api (MPA), Desa Tangguh Bencana (Destana), serta sejumlah perusahaan.
PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla di sekitar wilayah operasinya. Sejak 24 September, tim karhutla PCJL dari Fire Station Central Processing System (CPS) Geragai ikut dalam upaya pemadaman di kawasan HLG Londerang.
Field Manager Jabung Kamaruddin mengatakan, tim yang diterjunkan terdiri atas karyawan dari sejumlah departemen, antara lain Health, Safety, and Environment (HSE), Security, dan Construction.
“Tim karhutla PCJL terdiri atas karyawan dari sejumlah departemen, termasuk Health, Safety, and Environment (HSE), Security dan Construction,” kata Kamaruddin.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan satu unit light vehicle serta satu unit portable fire pump yang dilengkapi fire hose, nozzle, dan ground monitor. Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), PCJL juga berkoordinasi dengan SKK Migas dalam penanganan karhutla di wilayah migas Sumatera Bagian Selatan.
Kamaruddin mengatakan, dukungan terhadap penanganan karhutla juga diberikan melalui bantuan peralatan kepada Satgas Karhutla Provinsi Jambi. Pada 23 September, PCJL mengirimkan satu unit Gorman Pump untuk mendukung pemadaman di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“PCJL juga mengirim bantuan 1 unit Gorman Pump kepada Satgas Karhutla Provinsi Jambi yang sedang melakukan pemadaman di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” ujarnya.
Dalam tiga bulan terakhir, PCJL menyebut telah membantu penanganan karhutla di lebih dari 10 lokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur sebagai bagian dari Satgas Karhutla Jambi.
Salah satu lokasi penanganan berada di Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat, yang merupakan bagian dari kawasan HLG Londerang. Tim PCJL bergabung bersama unsur pemerintah dan masyarakat dalam upaya pemadaman titik api.
Selain penanganan ketika terjadi kebakaran, upaya pencegahan juga dilakukan melalui dukungan peralatan dan perlengkapan bagi satgas daerah. Pada 27 Agustus 2026, PCJL menyerahkan 60 baliho imbauan pencegahan karhutla serta 120 alat pelindung diri (APD) kepada BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
PCJL juga menjalankan program rehabilitasi hutan sebagai bagian dari kewajiban atas Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk kegiatan eksplorasi dan produksi hulu migas.
Di bawah pengawasan Kementerian Kehutanan, perusahaan tersebut menyelesaikan rehabilitasi lahan di HLG Londerang seluas 513 hektare pada 2022 dan 34 hektare pada 2025. Lahan hasil rehabilitasi tersebut kemudian diserahkan kembali kepada Kementerian Kehutanan.