Rabu 07 Oct 2026 07:51 WIB

CSR BUMD DKI Didorong Perkuat Kemandirian Masyarakat

Program sosial BUMD didorong memberi manfaat berkelanjutan.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Satria K Yudha
Pansus CSR DPRD DKI Jakarta berkunjung ke lokasi TJSL Perumda Pembangunan Sarana Jaya di kawasan Nuansa Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Foto: Istimewa
Pansus CSR DPRD DKI Jakarta berkunjung ke lokasi TJSL Perumda Pembangunan Sarana Jaya di kawasan Nuansa Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) BUMD DKI Jakarta didorong tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu menciptakan pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai telah diterapkan Perumda Pembangunan Sarana Jaya melalui integrasi program pendidikan, literasi, lingkungan, dan ketahanan pangan di kawasan Nuansa Pondok Kelapa.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) CSR DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi menyampaikan penilaian tersebut setelah meninjau langsung pelaksanaan program TJSL Sarana Jaya di kawasan Nuansa Pondok Kelapa. Menurut dia, implementasi program di lapangan menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam sejumlah kegiatan.

Baca Juga

“Kami sangat apresiasi implementasi CSR-nya Sarana Jaya. Ternyata dilihat dari paparan dan realitas itu bisa terlampaui. Kami berharap di BUMD atau di perusahaan lain pun demikian,” kata Ghozi melalui keterangannya, Selasa (6/10/2026).

Program pemberdayaan yang dikembangkan di kawasan tersebut meliputi Urban Farming Nuansa Pondok Kelapa, PAUD Satu Nusa, Taman Baca Samawa, dan Bank Sampah Samawa. Keempat program tersebut menyasar kebutuhan masyarakat dari aspek pendidikan, literasi, pengelolaan lingkungan, hingga ketahanan pangan.

Urban Farming Nuansa Pondok Kelapa memanfaatkan lahan untuk kegiatan pertanian perkotaan sekaligus memberikan edukasi mengenai ketahanan pangan. Sementara PAUD Satu Nusa menyediakan ruang pendidikan anak usia dini.

Taman Baca Samawa dikembangkan sebagai ruang literasi dan pembelajaran bagi anak-anak. Adapun Bank Sampah Samawa mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan lingkungan.

Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Bernard Yohanes mengatakan, program TJSL tersebut akan terus dikembangkan sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Menurut dia, pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Tentunya ke depan akan terus kami perbaiki, baik terkait Urban Farming, PAUD, Taman Baca, maupun Bank Sampah. Kami berkomitmen agar keberadaan Sarana Jaya tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik kota, tetapi juga memberikan nilai tambah sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat Jakarta,” ujar Bernard.

Bernard mengatakan, pelaksanaan TJSL Sarana Jaya ditujukan untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang dapat berkembang bersama masyarakat. Kehadiran sejumlah program dalam satu kawasan diharapkan membuat manfaatnya saling terhubung dan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sarana Jaya merupakan BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bergerak di bidang pengembangan infrastruktur dan properti. Melalui program TJSL, perusahaan mengembangkan kegiatan sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi