REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Sebanyak 1.000 pohon mangrove ditanam di kawasan pesisir Tanjung Pasir, Tangerang, untuk membantu mengurangi abrasi dan menjaga ekosistem pantai. Jika tumbuh optimal, tanaman tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 12,3 ton karbon dioksida (CO2) per tahun sekaligus mendukung adaptasi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim.
Penanaman mangrove tersebut dilakukan melalui program Sayang Bumiku yang melibatkan Zurich bersama sejumlah perusahaan jasa keuangan dalam ekosistem MUFG Group. Kegiatan ini juga mencakup aksi bersih pantai, edukasi literasi keuangan, serta dukungan pendidikan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Lebih dari 100 sukarelawan terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan di Tanjung Pasir, Tangerang. Mereka berasal dari Zurich, MUFG Bank cabang Jakarta, Bank Danamon, Adira Finance, dan Home Credit Indonesia.
Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Musi Samosir mengatakan pelestarian lingkungan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi risiko ekonomi dan perubahan iklim. Menurutnya, penguatan ketahanan masyarakat tidak cukup hanya melalui perlindungan finansial, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang terjaga dan kesempatan ekonomi yang lebih baik.
"Melalui program Sayang Bumiku, kami ingin menghadirkan dampak berkelanjutan melalui pelestarian lingkungan, peningkatan literasi keuangan, dan penguatan kapasitas komunitas," ujar Musi dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).
Selain penanaman mangrove, kegiatan tersebut mencakup edukasi literasi keuangan bagi masyarakat pesisir. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan sekaligus mendukung pengembangan kegiatan ekonomi lokal.
Zurich juga menyalurkan perangkat pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Rumpin. Sementara itu, pelaku UMKM lokal berbasis mangrove memperoleh bantuan perlengkapan usaha dan promosi produk.
Program tersebut dilaksanakan bersama Seasoldier Foundation, organisasi yang telah mendampingi masyarakat pesisir Tanjung Pasir sejak 2018. Pendampingan dilakukan untuk mendukung pemulihan ekosistem pantai dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Seasoldier Foundation Nadine Chandrawinata mengatakan restorasi pesisir membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar manfaatnya dapat bertahan dalam jangka panjang. Penanaman mangrove perlu disertai upaya menjaga keberlangsungan ekosistem dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
"Restorasi pesisir adalah langkah nyata untuk mengembalikan fungsi alam sekaligus membangun masa depan pesisir yang lebih tangguh dan berkelanjutan," ujar Nadine.
Menurut Nadine, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk menjaga keberhasilan pemulihan kawasan pesisir. Keterlibatan masyarakat setempat juga menjadi faktor penting agar ekosistem mangrove yang dipulihkan dapat terus memberikan manfaat.
Melalui kegiatan tersebut, penanaman mangrove diharapkan tidak hanya membantu perlindungan kawasan pantai, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Tanjung Pasir. Dukungan terhadap pendidikan, literasi keuangan, dan UMKM menjadi kegiatan pendamping dalam upaya meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir.