Senin 19 Oct 2026 14:39 WIB

ESG Bukan Lagi Pilihan, Industri Dituntut Perhatikan Lingkungan dan Sosial

Aspek lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan ekonomi.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Israr Itah
Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Perekonomian Dida Gardera, Dirjen PKH Kementerian Pertanian Nasrullah, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Budi Sulistyo, Managing Director PT Napindo Media Ashatama Arya Seta (dari kiri) membuka pameran Indo Livestock 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (17/7/2024). Pameran yang diselenggarakan oleh PT Napindo Media Ashatama itu digelar hingga 19 Juli 2024. Pameran tersebut menampilkan beragam produk teknologi industri peternakan, pengolahan hasil ternak, serta teknologi pertanian dan perikanan dari pelaku industri di 12 negara, termasuk Indonesia.
Foto: Dok Republika
Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Perekonomian Dida Gardera, Dirjen PKH Kementerian Pertanian Nasrullah, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Budi Sulistyo, Managing Director PT Napindo Media Ashatama Arya Seta (dari kiri) membuka pameran Indo Livestock 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (17/7/2024). Pameran yang diselenggarakan oleh PT Napindo Media Ashatama itu digelar hingga 19 Juli 2024. Pameran tersebut menampilkan beragam produk teknologi industri peternakan, pengolahan hasil ternak, serta teknologi pertanian dan perikanan dari pelaku industri di 12 negara, termasuk Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republika menggelar ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 pada Senin (19/10/2026) di Jakarta sebagai wujud komitmen dalam memperkuat ekosistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Mengusung tema besar "Inspiring Impact", perhelatan ini diselenggarakan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan kunci guna membahas arah kebijakan, sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada institusi yang berhasil mengonversi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi dampak nyata yang terukur bagi lingkungan dan masyarakat.

Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera mengatakan, ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 adalah acara yang sangat baik. Artinya, Republika mendorong semua pihak, stakeholder, terutama industri untuk menerapkan prinsip-prinsip lingkungan hidup dalam aktivitas ekonominya.

Baca Juga

"Sekarang sudah bukan pilihan lagi, antara kegiatan ekonomi, industri, dengan lingkungan hidup itu harus berjalan secara beriringan. Industri juga mempunyai tugas untuk meningkatkan sisi sosial, aspek kesejahteraan masyarakat," kata Dida kepada Republika di Hotel Borobudur, Senin.

Terkait meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan di sektor ekonomi, ia mengatakan bahwa aspek lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan ekonomi. Menurut dia, keberlanjutan ekonomi hanya dapat dicapai jika prinsip, aspek, dan standar lingkungan turut diterapkan dalam setiap aktivitas ekonomi.

"Juga bagaimana industri ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan mengajak seluruh masyarakat, supaya tidak ada yang merasa ditinggalkan," ujarnya.

Dida menegaskan, ekonomi, lingkungan dan sosial merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan.

Sebelumnya, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin menegaskan pentingnya pergeseran fokus dari sekadar wacana menuju aksi dan dampak yang konkret. Bagi Republika, ESG bukan sekadar komitmen atau laporan, melainkan dampak nyata yang bisa diukur dan dirasakan masyarakat.

"Di tengah keprihatinan kita terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan berbagai kerusakan lingkungan yang terus terjadi, agenda keberlanjutan tidak bisa lagi ditunda. Kita membutuhkan langkah konkret dan keberanian untuk mencegah kerusakan lingkungan semakin meluas. Melalui ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026, kami ingin mendorong transparansi, dan memperkuat kolaborasi, agar keberlanjutan menjadi aksi nyata, bukan sekadar narasi,” ujar Andi Muhyiddin.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada komitmen awal dan pahlawan lokal, ajang pada tahun ketiga perjalanan ESG Republika ini menekankan integrasi aksi, evaluasi dampak, serta transparansi yang dapat direplikasi lintas sektor. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi prinsip keberlanjutan di berbagai bidang.

ESG NOW Leadership Forum 2026 digelar pada Senin (19/10/2026) di Hotel Borobudur, Jakarta, dengan menghadirkan jajaran regulator, pemimpin industri, investor, akademisi, dan organisasi masyarakat. Forum kepemimpinan nasional ini dirancang untuk menjawab tantangan global terkait standar keberlanjutan, kepatuhan hak asasi manusia, hingga rantai pasok hijau.

Sederet tokoh nasional dari kementerian mengisi forum ini. n para pakar dan praktisi dari PT Surveyor Indonesia, Pemkot Banda Aceh, hingga Waste4Change.

Sebagai puncak dari rangkaian forum tersebut, Republika juga akan menganugerahkan ESG NOW Awards 2026 yang terbagi dalam dua kategori utama, yaitu Government Track dan Corporate Track. Republika berkolaborasi dengan PT Surveyor Indonesia sebagai Enrichment Partner dalam proses penjurian.

Pada Government Track, apresiasi diberikan kepada pemerintah daerah yang sukses menghadirkan inovasi pembangunan daerah, mencakup penganugerahan di bidang pengelolaan sampah terpadu, energi terbarukan, tata kelola hutan, hingga pariwisata berkelanjutan.

Sementara pada Corporate Track, penghargaan akan diberikan kepada entitas bisnis yang berhasil mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi inti perusahaan. Kategori ini meliputi pencapaian di bidang Lingkungan antara lain dekarbonisasi, ekonomi sirkular, dan keanekaragaman hayati; Sosial antara lain pemberdayaan masyarakat, pembangunan inklusif, dan pendidikan; serta Tata Kelola antara lain transparansi pelaporan, transformasi digital, dan kepatuhan HAM.

Melalui penyelenggaraan forum dan penganugerahan ini, Republika menegaskan transformasi perannya dari sekadar media jurnalisme menjadi ecosystem builder yang menghubungkan gagasan, aksi nyata, kepemimpinan, dan apresiasi bagi para penggerak keberlanjutan di Tanah Air. Langkah ini diambil untuk terus mendorong sistem yang berkelanjutan secara luas. ESG NOW Awards diharapkan mampu mendokumentasikan serta menyebarluaskan praktik-praktik terbaik (best practices) yang menginspirasi perubahan positif.

SG NOW Leadership Forum & Awards 2026 berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Banda Aceh, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Permodalan Nasional Madani, PT Medco Energi Internasional Tbk, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park, PT SCG Indonesia, PT Bhimasena Power Indonesia dan Hotel Borobudur Jakarta.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi