Kamis 22 Oct 2026 20:03 WIB

IWIP Buka Akses Magang Industri bagi Mahasiswa Maluku Utara

IWIP buka kesempatan bagi mahasiswa Maluku Utara untuk bergabung dengan IWIP

program magang IWIP telah diikuti sekitar 470 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Indonesia. Saat ini, sebanyak 90 mahasiswa tengah menjalani program tersebut di berbagai unit kerja perusahaan.
Foto: IWIP
program magang IWIP telah diikuti sekitar 470 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Indonesia. Saat ini, sebanyak 90 mahasiswa tengah menjalani program tersebut di berbagai unit kerja perusahaan.

REPUBLIKA.CO.ID, WEDA BAY — Kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi sesuai perkembangan industri nikel mendorong pentingnya keterhubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja. PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) membuka kesempatan bagi mahasiswa, khususnya dari Maluku Utara, untuk mempelajari proses operasional industri secara langsung melalui program magang.

Sejak dimulai pada 2022, program magang IWIP telah diikuti sekitar 470 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Indonesia. Saat ini, sebanyak 90 mahasiswa tengah menjalani program tersebut di berbagai unit kerja perusahaan.

Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus mengenal proses operasional, teknologi, standar kerja, dan prosedur keselamatan di lingkungan industri.

Salah satu peserta program tersebut adalah Iwan Pratama Bumi Laksana, mahasiswa semester tujuh Program Studi Teknik Sipil Universitas Khairun (Unkhair), Ternate. Ia menjalani magang di Departemen Mining, Divisi Infrastruktur, untuk memahami penerapan ilmu teknik sipil dalam pekerjaan industri.

“Selama kuliah, saya lebih banyak mendapatkan teori, perhitungan, dan tugas. Saya ingin melihat bagaimana ilmu yang selama ini dipelajari diterapkan ketika berhadapan dengan kondisi pekerjaan yang sebenarnya,” ujar Iwan dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).

Saat ini, 12 mahasiswa Unkhair mengikuti program magang IWIP. Mereka berasal dari program studi Teknik Pertambangan, Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil. Para peserta menjalani penempatan di sejumlah unit kerja, termasuk unit pembangkit listrik, smelter feronikel, serta bagian pengembangan sumber daya manusia.

Selain memperoleh pengalaman teknis, mahasiswa juga berkesempatan mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan komunikasi. Mereka turut mempelajari penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai bagian dari aktivitas industri.

General Manager Human Resources IWIP Rosalina Sangaji mengatakan, pengembangan kompetensi tenaga kerja perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan industri. Menurut dia, pengalaman kerja sejak masa pendidikan dapat membantu mahasiswa memahami kebutuhan perusahaan dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

“Pengembangan SDM tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan kesempatan dan ruang bagi generasi muda untuk terus belajar, mencoba, dan mengembangkan kemampuannya. Kami berharap pengalaman magang ini dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk mengembangkan kariernya,” ujar Rosalina.

Ia mengatakan, mahasiswa yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan juga berpeluang berkontribusi lebih jauh, termasuk menjadi bagian dari IWIP.

Selain Unkhair, IWIP menjalin kerja sama program magang dengan 10 perguruan tinggi lainnya, yakni Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Poltekkes Kemenkes Ternate, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Jember, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Padjadjaran.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesesuaian kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Bagi mahasiswa, pengalaman magang dapat menjadi ruang untuk memahami standar kerja dan tantangan operasional sebelum memasuki dunia profesional.

IWIP menyatakan, pengembangan sumber daya manusia Indonesia menjadi salah satu fokus perusahaan di tengah perkembangan industri nikel. Perusahaan juga mengaitkan upaya tersebut dengan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG).

Berita Lainnya

Rekomendasi