Ahad 19 Nov 2023 16:11 WIB

Mobil Listrik Jadi Satu-satunya Titik Terang dalam Upaya Global Mencapai Net Zero 

Targetnya agar EV menyumbang 75 sampai 95 persen dari total penjualan kendaraan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Gita Amanda
Penjualan mobil listrik (EV) bergerak sesuai harapan untuk mencapai target Net Zero seperti yang diuraikan dalam Perjanjian Paris. (ilustrasi)
Foto: republika.co.id
Penjualan mobil listrik (EV) bergerak sesuai harapan untuk mencapai target Net Zero seperti yang diuraikan dalam Perjanjian Paris. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjualan mobil listrik (EV) bergerak sesuai harapan untuk mencapai target Net Zero seperti yang diuraikan dalam Perjanjian Paris. Pencapaian tersebut terungkap dalam analisis baru yang menunjukkan sektor kendaraan listrik adalah satu-satunya dari 42 indikator yang dinilai berada di jalur yang tepat untuk mencapai target 2030 yang telah disepakati.

Mobil listrik menjadi satu-satunya titik terang di antara sektor listrik, bangunan, transportasi, hutan, dan lahan, serta makanan dan pertanian yang berada di jalur tepat untuk menjaga batas pemanasan global tetap berada di kisaran 1,5 derajat Celcius. Secara keseluruhan, sektor-sektor ini menyumbang sekitar 85 persen dari emisi gas rumah kaca global.

Baca Juga

Laporan State of Climate Action 2023 tersebut memberikan peringatan EV harus segera menggantikan mesin pembakaran internal. Meskipun percepatan peralihan moda terbukti menantang, dunia telah membuat langkah maju yang cukup besar dalam mengelektrifikasi bentuk-bentuk transportasi yang ada.

“Targetnya adalah agar EV menyumbang 75 sampai 95 persen dari total penjualan kendaraan ringan tahunan pada tahun 2030 dan 100 persen pada tahun 2035,” kata laporan tersebut seperti dilansir Cleantechnica, Jumat (17/11/2023).

 

Norwegia, Islandia, Swedia, Belanda, dan Cina telah mengalami peningkatan tercepat dalam elektrifikasi transportasi. Laporan ini menyerukan kepada negara-negara yang ingin meningkatkan adopsi EV dari sekarang hingga 2030, untuk melihat langkah mereka yang telah bergerak lebih cepat.

Berdasarkan siklus hidup, EV menghasilkan emisi yang lebih rendah daripada kendaraan bermesin pembakaran internal, bahkan ketika memperhitungkan produksi baterai dan perakitan kendaraan. Seiring dengan dekarbonisasi sektor listrik, keunggulan emisi EV akan terus terakumulasi.

“Namun untuk moda transportasi yang tidak dapat dengan mudah dialiri listrik, seperti pelayaran dan penerbangan, untuk memenuhi target yang selaras dengan Paris, diperlukan peningkatan bahan bakar tanpa emisi di mana pergeseran moda tidak memungkinkan,” kata laporan tersebut.

Keberhasilan EV dalam mencapai target iklim nol emisi menunjukkan perubahan yang cepat untuk mengatasi perubahan iklim adalah mungkin, laporan tersebut menegaskan. Kemajuan yang dicapai dalam mengadopsi teknologi nol karbon-tenaga surya dan angin, heat pump, dan kendaraan listrik, menunjukkan perubahan yang cepat dan nonlinier tidak hanya mungkin dilakukan tetapi juga telah berlangsung di beberapa sektor.

Meningkatnya penerimaan kendaraan listrik menjadi pertanda baik bagi industri terkait untuk mencapai Net Zero Emission.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement