Rabu 13 Dec 2023 14:02 WIB

Pertamina Patra Niaga Lakukan Kolaborasi Kembangkan Bisnis Energi Bersih

Pertamina Patra Niaga berkolaborasi kembangkan bisnis dengan Pertamina Group.

PT Pertamina Patra Niaga lakukan sejumlah kolaborasi perkuat bisnis di sektor energi bersih.
Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga
PT Pertamina Patra Niaga lakukan sejumlah kolaborasi perkuat bisnis di sektor energi bersih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina Patra Niaga terus mendorong pengembangan bisnis eksisting serta pengembangan bisnis baru. Upaya ini turut dilakukan melalui sinergi Pertamina Group, sejalan dengan salah satu program strategis Pertamina dalam kegiatan bisnisnya.

Mewujudkan komitmen sinergi ini, PT Pertamina Patra Niaga bersama Subholding Gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Anak Perusahaan Services/Portfolio PT Pertamina Bina Media (IHC) dan PT Patra Jasa menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Joint Marketing Business Existing serta Pengembangan Bisnis Green Energy Portfolio.

Baca Juga

“Kerjasama ini merupakan wujud dari One Pertamina, sinergi dengan harapan dapat mengembangkan serta meningkatkan peran Pertamina Group dalam pendistribusian bahan bakar yang lebih hijau, terutama dalam mendukung program Environmental, Social, and Government (ESG),” jelas Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, dalam keterangan tertulis, Rabu (12/12/2023).

Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko mengatakan, kerjasama tersebut dapat direalisasikan dengan pelaksaan kerja sama yang nyata dengan pengembangan joint marketing CNG dengan channel distribusi miliki PPN. Pada intinya, Pertamina Patra Niaga dan PGN akan bersinergi memasarkan produk dan menggunakan fasilitas produk CNG, LNG, dan BBM bersama.

 

“Melalui kerjasama ini, nantinya akan dilanjutkan pilot project penjualan CNG oleh Pertamina Patra niaga dan agen LPG menggunakan mekanisme manajemen pelanggan, dari sini akan dilihat keekonomianya. Diharapkan dapat mendorong pengembangan bisnis atau komersialisasi dari bisnis utama PPN maupun PGN,” ujar Arief.

Selanjunya, Pertamina Patra Niaga dan PGN akan melanjutkan kerjasama yang telah disepakati dalam memberikan pelayanan terbaik menyalurkan clean energy untuk pelanggan.

“Target kami untuk dapat menciptakan clean energy yang roadmapnya sudah ada cukup banyak, harapannya dapat ditingkatkan dan direalisasikan sesuai roadmap tersebut. Hal ini kami siapkan guna mendukung program pemerintah mencapai target Net Zero Emission," kata Arief.

 

Green Energy Portfolio, Sinergi Pengembangan Used Cooking Oil (UCO)

Turut menjadi ujung tombak transisi energi, Pertamina Patra Niaga turut menggandeng IHC serta Patra Jasa dalam menjalankan pilot project pengembangan bisnis Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah. Bersama-sama akan dilakukan kajian mengenai UCO aggregator di lingkungan rumah sakit dan hotel. 

Kebutuhan UCO dari Indonesia ke pasar luar negeri tercatat meningkat setiap tahunnya, dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang cukup tinggi dalam 5 tahun terakhir. Kebutuhan UCO untuk domestik sendiri diperkirakan akan meningkat dalam pengembangan di Green Refinery Cilacap sebagai alternatif feedstock. 

“Karena potensi inilah, pilot project bersama IHC dan Patra Jasa menjadi penting untuk mendapatkan kajian lengkap serta studi kelayakan bisnis UCO aggregator di Pertamina Group,” ujar Riva.

Direktur Medis Pertamedika IHC Lia Gardenia Partakusuma mengungkapkan saat ini di dunia dinyatakan lima persen dari polusi dan waste itu dihasilkan dari industri healthcare. “Oleh karena itu, dengan adanya kerjasama ini membuat kami bersemangat untuk menjalankan konsep sustainability. Kami percaya MoU ini dapat mencapai tujuan bersama, dampak lingkungan dan investasi untuk masa depan,” katanya.

Direktur Utama Patra Jasa Putut Ariwibowo memberikan apresiasi atas kepercayaan Pertamina Patra Niaga untuk bersama-sama menjadi UCO aggregator bersama Patra Jasa.

”Patra Jasa sudah memulai kajian mengenai UCO, dan bersyukur langsung disambut Pertamina Patra Niaga untuk melakukan pilot project bersama. Patra Jasa sudah coba membuat olahan dari sampah buah menjadi ecoenzym untuk bahan pembersih lantai, pembersih kamar mandi, dan sebagainya, harapannya UCO ini juga akan menjadi terobosan baru,” kata Putut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement