Senin 05 Feb 2024 10:20 WIB

Gelombang Panas Australia Dinilai Bisa Picu Kebakaran Hutan Ekstrem

Sebagian besar wilayah di Australia alami gelombang panas.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Departemen Kebakaran dan Layanan Darurat Australia Barat (DFES) menunjukkan petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api di Wooroloo, dekat Perth, Australia Barat.
Foto: EPA-EFE/EVAN COLLIS/DFES
Departemen Kebakaran dan Layanan Darurat Australia Barat (DFES) menunjukkan petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api di Wooroloo, dekat Perth, Australia Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian besar wilayah Australia mengalami gelombang panas pada Ahad. Pihak berwenang memperingatkan risiko tinggi terjadinya kebakaran hutan selama pola cuaca El Nino.

Badan prakiraan cuaca negara memberikan peringatan gelombang panas untuk negara bagian terpadat di Australia, New South Wales, Wilayah Ibu Kota Australia, Wilayah Utara, dan Australia Barat. Badan juga memperingatkan bahwa suhu di beberapa bagian negara itu dapat mencapai 40-an derajat Celcius.

Baca Juga

El Nino adalah pola iklim di mana suhu Samudra Pasifik yang luar biasa hangat dikaitkan dengan fenomena seperti topan, kekeringan, kebakaran hutan, dan gelombang panas.

“Suhu tertinggi di bagian barat Sydney, ibu kota New South Wales, diperkirakan mencapai 39 derajat Celcius, hampir 10 derajat di atas rata-rata bulan Februari,” demikian menurut prakiraan cuaca seperti dikutip Reuters, Senin (5/2/2024).

Kondisi panas dan kering yang dikombinasikan dengan angin kencang mendorong prakirawan untuk mengeluarkan peringatan bahaya kebakaran ekstrem untuk beberapa bagian negara bagian Victoria dan Australia Selatan.

Cuaca panas pada Ahad - yang terbaru dari serangkaian gelombang panas yang menghanguskan Australia - terjadi setelah bagian timur negara itu dilanda banjir yang merusak bulan lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement