Selasa 06 Feb 2024 14:26 WIB

Sampah Plastik Kian Jadi Isu Serius, Limbahnya Capai 12,87 Juta Ton per Tahun

KLHK akan fokus mengatasi sampah plastik di 2024.

Warga menyortir botol plastik bekas kemasan air minum (ilustrasi).
Foto: . ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Warga menyortir botol plastik bekas kemasan air minum (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati, mengatakan, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 fokus pada langkah mengatasi sampah plastik karena jenis sampah itu masih menjadi isu serius. Melalui konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/2/2024), Rosa Vivien Ratnawati mengumumkan peringatan HPSN 2024 yang dilakukan setiap 21 Februari itu mengangkat tema 'Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif' untuk memajukan upaya daur ulang jenis sampah plastik.

"Kenapa kita pilih sampah plastik? Ada 12,87 juta ton per tahun sampah plastik dan ini hitungannya belum dipilah data dari SIPSN, Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional. Ini data tahun 2023," jelasnya.

Baca Juga

Menurutnya, pemilihan tema itu juga sesuai dengan target pengurangan sampah plastik ke laut yaitu 70 persen pada 2025, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut. Tema itu juga diambil untuk menjadikan HPSN 2024 sebagai momentum memperkuat posisi Indonesia dalam International Legally Binding Instrument (ILBI) on Plastic Pollution sebagai instrumen internasional dengan ketentuan mengikat untuk mengatasi isu polusi plastik.

"Kita mau mengajak masyarakat pada kesempatan ini untuk lebih aware lagi tentang penanganan sampah plastik, memperkuat kerja sama, memperkuat stakeholders untuk bagaimana kita menangani sampah plastik tapi dengan cara produktif," kata Rosa.

Peringatan HPSN dilaksanakan setiap 21 Februari untuk mengenang peristiwa longsor sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah di Jawa Barat yang terjadi pada tanggal yang sama pada 2005. Kejadian itu menewaskan lebih dari 140 orang yang kebanyakan bekerja sebagai pemulung.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement