Rabu 21 Feb 2024 20:00 WIB

Kilang Pertamina Balongan Pasang PLTS Kapasitas 1,51 MWp

PLTS tersebut menyuplai listrik untuk perumahan di Kilang Balongan.

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI (Kilang) Balongan memasang PLTS berkapasitas 1,51 megawatt peak (MWp).
Foto: ANTARA/HO-KPI
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI (Kilang) Balongan memasang PLTS berkapasitas 1,51 megawatt peak (MWp).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI (Kilang) Balongan memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1,51 megawatt peak (MWp) bagian dari upaya dekarbonisasi di KPI. Pembangunan PLTS tersebut merupakan hasil sinergi Pertamina Group, yaitu antara KPI dengan Pertamina New and Renewable Energy (Pertamina NRE).

"Pemanfaatan PLTS di Kilang Balongan ini adalah salah satu dari bentuk kolaborasi Pertamina NRE dan Kilang Pertamina Internasional. Kami percaya bahwa sinergi yang solid akan memantapkan upaya mencapai aspirasi net zero emission (NZE) Pertamina," ujar Direktur Proyek dan Operasi Pertamina NRE Norman Ginting dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (21/2/2024).

Baca Juga

PLTS dengan total kapasitas terpasang 1,51 MWp tersebut dibangun dua area yang terpisah, yaitu sebesar 1 MWp dan 0,51 MWp. PLTS tersebut menyuplai listrik untuk perumahan di Kilang Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Norman melanjutkan bahwa inisiatif dekarbonisasi Pertamina merupakan upaya serius dan bagian dari komitmen Pertamina mengimplementasikan aspek environmental, social, and governance (ESG). Keseriusan itu salah satunya ditunjukkan dengan skor ESG Pertamina yang semakin membaik dari tahun ke tahun.

Direktur Operasi KPI Didik Bahagia menyampaikan komitmen tinggi KPI yang secara nyata mendukung dekarbonisasi di unit operasi.

"Dengan mengintegrasikan dekarbonisasi ke dalam unit operasi, KPI siap untuk memberikan dampak yang nyata dan positif pada lingkungan sambil berkontribusi pada pencapaian tujuan keberlanjutan global," ujar Didik.

Selain untuk meningkatkan keandalan supply power, PLTS tu juga membuktikan bahwa Kilang Balongan berkomitmen penuh pada dekarbonisasi dan hal tersebut merupakan bagian dari penerapan ESG rating untuk KPI dan Pertamina secara keseluruhan.

Melalui PLTS tersebut, diperkirakan akan menyalurkan energi sebesar 781 megawatt hour (MWh) per tahun dan menurunkan emisi karbon sebesar hampir 600 ton CO2 per tahun.

Secara keseluruhan hingga saat ini, PLTS yang terpasang di area operasi KPI mencapai kapasitas 9,87 MWp, yaitu Kilang Dumai 3,77 MWp, Kilang Plaju 2,25 MWp, Kilang Balongan 1,51 MWp, dan Kilang Cilacap 2,34 MWp. Akumulasi energi yang disalurkan mencapai 10 juta kilowatt hour (kWh) dan penurunan emisi lebih dari 6 juta ton CO2, atau setara dengan menanam 7 ribu pohon dewasa.

Sedangkan, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menambahkan dalam rangka mempercepat realisasi bisnis rendah karbon, Pertamina mendorong penguatan sinergi dan kolaborasi di seluruh lini bisnis Pertamina Group sehingga target NZE Indonesia di 2060 dapat tercapai.

"Bisnis rendah karbon sangat potensial di era transisi energi. Untuk itu, diperlukan keterlibatan seluruh subholding dan anak usaha. Salah satunya, dengan pemanfaatan PLTS di lokasi internal Pertamina," kata Fadjar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement