Jumat 28 Feb 2025 15:35 WIB

Daerah Antisipasi Lonjakan Sampah Selama Ramadhan

Masyarakat diimbau dapat mengurangi timbulan sampah dari aktivitas konsumsi.

Seorang warga melintas di dekat tumpukan sampah di pinggir jalan kawasan pertokoan Jodoh, Nagoya Batam, Kepulauan Riau, Rabu (26/2/2025).
Foto: ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
Seorang warga melintas di dekat tumpukan sampah di pinggir jalan kawasan pertokoan Jodoh, Nagoya Batam, Kepulauan Riau, Rabu (26/2/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah pemerintah daerah mengantisipasi peningkatan sampah selama bulan Ramadhan. Hal itu dilakukan dengan mengubah jam pembuangan sampah hingga meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah dari akvitias konsumsi.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, misalnya, memberlakukan jam pembuangan sampah agar tidak menumpuk lama di depo.

Baca Juga

“Menghadapi Ramadhan memang sedikit banyak akan terjadi peningkatan volume sampah, tapi tidak seberapa. Untuk itu juga, kami mulai menggeser jam pembuangan sampah agar tidak ada lagi yang buang sampah sembarang waktu,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kotim Marjuki di Sampit, Jumat (28/2/2025).

Pemberlakuan jam buang sampah pun menjadi salah satu upaya DLH dalam rangka pengelolaan sampah optimal. Sebab, biasanya sampah di depo terkesan selalu menumpuk karena warga yang membuang sampah tidak beraturan.

Dia menceritakan, pengangkutan sampah menggunakan truk dari depo menuju tempat pembuangan akhir dilakukan pada pagi hari, namun setelah sampah diangkut, ada lagi warga yang membuang sampah sehingga seolah-olah sampah di depo tidak pernah habis.

Di sisi lain, terbatasnya jumlah armada pengangkut dan terdapat delapan depo yang harus ditangani, tidak memungkinkan terus bolak-balik mengangkut sampah pada satu depo di hari yang sama.

“Sekarang jam buang sampahnya kami geser, yakni dari pukul 14.00 WIB sampai sore, supaya ada jeda untuk pengangkutan sampah dari depo ke tempat pembuangan akhir. Jadi kami harap masyarakat bisa mengikuti aturan itu,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebagian besar sampah berasal dari masyarakat, maka untuk penanganan diharap keterlibatan dari masyarakat pula. Bukan hanya pada saat kegiatan gotong royong pada hari-hari nasional, tapi juga dalam keseharian.

Masyarakat diharapkan tidak idak membuang sampah sembarangan dan mematuhi aturan dalam membuang sampah di depo, baik dari segi waktu dan tata cara, contohnya tidak sekadar meletakkan sampah di luar atau depan pintu depo.

Berkaitan dengan Ramadhan, biasanya Pasar Ramadhan atau sejenisnya menjadi penghasil sampah yang cukup besar. Dalam hal ini, ia mengimbau kesadaran dari pengelola pasar tersebut agar bisa mengelola penanganan sampah secara mandiri dan tertib.

DLH Kotim tidak menyediakan petugas atau armada khusus untuk menangani sampah di suatu agenda atau lokasi acara, sehingga kesadaran dari pihak yang terlibat sangat penting agar tidak terjadi penumpukan sampah yang dapat membawa permasalahan lainnya.

Di daerah lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat selama bulan puasa volume sampah rumah tangga mengalami kenaikan sekitar 20 persen, sehingga 18 armada diterjunkan untuk mengangkut sampah secara maksimal setiap harinya selama bulan Ramadhan.

Kepala DLH Kabupaten Cianjur Komarudin di Cianjur mengatakan, volume sampah Cianjur setiap harinya mencapai 439 ton dan akan mengalami kenaikan saat bulan puasa, sehingga sejumlah program dilakukan untuk antisipasi penumpukan. 

“Selama bulan puasa diperkirakan akan terjadi kenaikan sekitar 20 persen karena banyaknya kegiatan termasuk bazar dan pameran di sejumlah wilayah, sehingga akan menghasilkan sampah yang bertambah,” katanya. 

Dia menjelaskan untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah di bak penampungan sementara mulai dari wilayah kota, utara dan timur, pihaknya menerjunkan 18 unit armada pengangkut sampah sebagian besar jenis dum truk dan beberapa mobil bak terbuka.

Belasan armada truk akan beroperasi mulai dari pukul 20.00 WIB sampai pagi, membawa sampah dari bak penampungan sementara ke TPAS Mekarsari di Kecamatan Cikalongkulon. Dengan demikian, diharapkan tidak ada sampah yang menumpuk di pinggir jalan atau bak penampungan.

"Kami juga ingatkan warga untuk membuang sampah tepat waktu agar tidak terjadi penumpukan, termasuk ke tingkat desa dan kecamatan yang rutin menggelar bazar Ramadhan melakukan koordinasi agar sampah yang dihasilkan dapat langsung diangkut," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement