Selasa 16 Dec 2025 19:14 WIB

Mendorong Transisi Energi Bersih di Sektor Tambang dan Perkebunan

Transisi energi merupakan kebutuhan strategis memperkuat daya saing ekonomi

 Solar Depot (PT ATW Sejahtera) dan Huawei Indonesia (PT Huawei Tech Investment) menjalin kerja sama strategis pengembangan solusi energi terbarukan berbasis microgrid untuk memenuhi kebutuhan listrik, terutama di pertambangan dan perkebunan yang belum ada jaringan listrik.
Foto: .
Solar Depot (PT ATW Sejahtera) dan Huawei Indonesia (PT Huawei Tech Investment) menjalin kerja sama strategis pengembangan solusi energi terbarukan berbasis microgrid untuk memenuhi kebutuhan listrik, terutama di pertambangan dan perkebunan yang belum ada jaringan listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri tambang dan perkebunan semakin membutuhkan energi yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Strategi pemenuhan energi kini bergerak menuju kombinasi sumber daya yang mampu memberikan efisiensi jangka panjang tanpa mengorbankan keandalan operasional.

Merespons kebutuhan itu, Solar Depot (PT ATW Sejahtera) dan Huawei Indonesia (PT Huawei Tech Investment) menjalin kerja sama strategis pengembangan solusi energi terbarukan berbasis microgrid untuk memenuhi kebutuhan listrik, terutama di pertambangan dan perkebunan yang belum ada jaringan listrik. Langkah ini sekaligus menjadi momentum penting mempercepat transisi energi bersih dan memperkuat ekosistem energi baru terbarukan nasional.

“Kerja sama ini lahir dari kebutuhan pasar akan solusi energi yang lebih mandiri dan ekonomis. Lewat teknologi microgrid berbasis PLTS dan BESS, kami ingin mempercepat adopsi energi bersih di sektor industri,” ujar President Director Triputra Visi Energi, Juan Davis, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Kerja sama mencakup pengembangan dan penyediaan solusi microgrid terintegrasi, mulai dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem penyimpanan energi baterai (BESS), manajemen energi berbasis digital, hingga dukungan teknologi dan implementasi end-to-end. Sejumlah proyek percontohan telah disiapkan di area tambang dan perkebunan dengan kebutuhan energi besar namun memiliki keterbatasan akses jaringan listrik.

Juan menambahkan Huawei adalah mitra teknologi yang memiliki tujuan energi berkelanjutan yang sama dengan Solar Depot. Huawei memiliki teknologi, inovasi, dan jaminan product dan layanan berskala global. Huawei juga dinilai memiliki inovasi dan keandalan produk yang sudah terbukti secara global.

"Kolaborasi ini memungkinkan kami menghadirkan teknologi kelas dunia yang sesuai kebutuhan operasional industri di Indonesia,” ungkapnya.

CEO Huawei Digital Power Indonesia, Jin Song, mengatakan Solar Depot adalah mitra strategis yang ideal karena memahami kebutuhan sektor intensif energi dan memiliki ekosistem bisnis yang kuat melalui dukungan Triputra Group. “Kami akan menyediakan solusi microgrid terintegrasi berbasis PLTS dan baterai industri dengan sistem kontrol dan monitoring real time untuk memastikan stabilitas serta efisiensi operasi,” ujar Jin.

Ia menegaskan, kerja sama ini sejalan dengan komitmen Huawei mendukung percepatan target Net Zero Emission Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital yang cerdas dan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan menjadi pendorong percepatan pemanfaatan microgrid dan PLTS sebagai solusi suplai energi masa depan, terutama di wilayah tanpa jaringan listrik PLN.

“Transisi energi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” tegas Jin.

Juan optimistis prospek industri PLTS akan semakin meningkat seiring menguatnya komitmen keberlanjutan dan tuntutan efisiensi biaya operasional. Dalam lima tahun ke depan, PLTS diproyeksikan menjadi tulang punggung energi sektor industri didukung penyimpanan energi dan manajemen cerdas.

Menurutnya, pelanggan skala industri hingga utilitas akan mendapat manfaat besar, mulai dari efisiensi biaya operasional, keandalan suplai listrik untuk operasi kritikal, pengurangan emisi karbon, hingga dukungan teknis berstandar internasional.

Kedua perusahaan berharap kemitraan ini menjadi fondasi jangka panjang dalam memperkuat ekosistem energi terbarukan sekaligus mendorong terciptanya ketahanan energi nasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement