Rabu 17 Dec 2025 06:34 WIB

Masuk Jajaran Perusahaan Diduga Penyebab Bencana Sumatera, Toba Pulp Lestari Buka Suara

KLH melibatkan tim ahli independen guna melakukan pendalaman berbasis bukti ilmiah.

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Lida Puspaningtyas
Pereli melintasi Spesial Stage (SS) 1 pada Danau Toba Rally 2021 kejuaraan nasional di Kawasan Hutan Tanaman Industri Toba Pulp Lestari (TPL), Aek Nauli, Simalungun, Sumut, Sabtu (10/12). Event rally tersebut diikuti oleh 56 peserta yang diantaranya merupakan pereli papan atas nasional. Ajang rally ini diharapkan bisa jadi pintu masuk untuk menjadi tuan World Rally Championship (WRC).Prayogi/Republika
Foto: Prayogi/Republika
Pereli melintasi Spesial Stage (SS) 1 pada Danau Toba Rally 2021 kejuaraan nasional di Kawasan Hutan Tanaman Industri Toba Pulp Lestari (TPL), Aek Nauli, Simalungun, Sumut, Sabtu (10/12). Event rally tersebut diikuti oleh 56 peserta yang diantaranya merupakan pereli papan atas nasional. Ajang rally ini diharapkan bisa jadi pintu masuk untuk menjadi tuan World Rally Championship (WRC).Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Manajemen PT Toba Pulp Lestari Tbk menyatakan menghormati keputusan dan langkah pemerintah yang melakukan audit serta evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan, menyusul penguatan pengawasan dan penegakan hukum lingkungan dan kehutanan di Sumatera Utara.

Direktur PT Toba Pulp Lestari Tbk Anwar Lawden mengatakan perseroan mendukung sepenuhnya proses audit dan evaluasi tersebut serta bersikap kooperatif dan terbuka dalam seluruh tahapan yang akan dilaksanakan pemerintah.

Baca Juga

“PT Toba Pulp Lestari Tbk mendukung sepenuhnya dan bersikap kooperatif serta terbuka terhadap proses audit dan evaluasi yang akan dilaksanakan, untuk memastikan tata kelola dapat dijalankan dengan lebih baik,” kata Anwar dalam pernyataan tertulis, Selasa (16/12/2025).

Anwar menegaskan dukungan dan keterbukaan atas audit dan evaluasi ini bagian dari komitmen perusahaan untuk menjalankan seluruh kegiatan operasional sesuai dengan izin, prosedur, peraturan, dan ketentuan yang berlaku. Serta penerapan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari dalam mengelola wilayah konsesi.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas langkah pemerintah yang memanggil sejumlah korporasi, termasuk PT Toba Pulp Lestari Tbk, untuk dimintai keterangan terkait dugaan keterkaitan aktivitas usaha dengan bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara pada akhir November lalu.

photo
Foto udara jalan yang terputus di kawasan Batu Busuk, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Selasa (16/12/2025). Akses jalan ke daerah terdampak banjir bandang itu kini terputus total karena banjir susulan pada Ahad (14/12/2025) merusak jalan darurat dan kini hanya bisa dilewati melalui tebing-tebing dan aliran sungai baru, sementara warga di sana terisolasi. - (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement