Kamis 12 Feb 2026 19:09 WIB

FinDev Canada Masuk Indonesia, Danai Proyek Rendah Karbon Lewat IIF

Indonesia dinilai jadi pasar strategis di kawasan ASEAN.

FinDev Canada dan IIF menandatangani fasilitas pinjaman untuk pengembangan ekonomi rendah karbon.
Foto: IIF
FinDev Canada dan IIF menandatangani fasilitas pinjaman untuk pengembangan ekonomi rendah karbon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lembaga pembiayaan pembangunan bilateral Kanada, FinDev Canada, menyalurkan fasilitas pinjaman senilai 30 juta dolar AS kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Pinjaman itu disalurkan untuk mendukung pembiayaan proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Penandatanganan fasilitas tersebut dilakukan dalam ajang Canada-in-Asia Conference (CIAC) yang diselenggarakan Asia Pacific Foundation of Canada, Rabu (11/2/2026). Investasi ini sekaligus menandai langkah pertama FinDev Canada memasuki pasar Indonesia.

Baca Juga

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk memperluas pembiayaan proyek energi terbarukan dan infrastruktur rendah karbon, sejalan dengan target transisi energi nasional. Pemerintah Indonesia menargetkan bauran energi terbarukan mencapai 31 persen pada 2050 serta net zero emission pada 2060.

Vice President & Chief Investment Officer FinDev Canada Paulo Martelli mengatakan, Indonesia merupakan pasar strategis di kawasan ASEAN, termasuk bagi pengembangan proyek berkelanjutan.

“Melalui kemitraan dengan Indonesia Infrastructure Finance, kami dapat memperkuat pengembangan energi terbarukan dan mendukung kemakmuran bersama di kawasan Indo-Pasifik,” ujarnya dalam siaran pers IIF, Kamis (12/2/2026).

Presiden Direktur/CEO IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan, pembiayaan ini akan memperkuat kapasitas IIF dalam mendukung transisi energi dan pembangunan infrastruktur tangguh iklim.

“Kemitraan ini memperluas akses pembiayaan jangka panjang untuk proyek energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan yang sejalan dengan agenda pertumbuhan rendah karbon Indonesia,” katanya.

Sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur, IIF telah beroperasi selama 16 tahun dan berperan sebagai katalis pembangunan infrastruktur nasional. Hingga kini, IIF mendukung proyek energi terbarukan berkapasitas sekitar 709,9 megawatt (MW)yang mampu memasok listrik bagi lebih dari 709.900 rumah tangga, serta berpotensi mengurangi emisi sekitar 4,92 juta ton CO₂ per tahun.

Selain sektor energi, IIF juga memperluas akses air bersih bagi sekitar 7,2 juta masyarakat serta mendukung pembangunan fasilitas kesehatan dengan lebih dari 1.000 tempat tidur rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia.

Masuknya FinDev Canada memperkuat dukungan pembiayaan internasional bagi agenda infrastruktur rendah karbon Indonesia, sekaligus mempererat kerja sama bilateral Kanada–Indonesia di sektor pembangunan berkelanjutan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement