Selasa 17 Feb 2026 08:30 WIB

Data Iklim 2025 Ungkap Laju Pemanasan Global Kian Cepat

Indikator utama sistem iklim menunjukkan tren yang memburuk.

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Satria K Yudha
Data iklim 2025 mengungkap bahwa laju pemanasan global kian cepat.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Data iklim 2025 mengungkap bahwa laju pemanasan global kian cepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA — Data iklim global terbaru menunjukkan laju pemanasan bumi semakin cepat dan mendekati ambang batas kritis yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris. Kondisi ini mempersempit peluang dunia untuk menahan kenaikan suhu global di bawah 1,5 derajat Celsius, target yang selama ini menjadi acuan utama pengendalian krisis iklim.

10 tahun setelah Perjanjian Paris diberlakukan, indikator utama sistem iklim menunjukkan tren yang memburuk. Tahun 2025 tercatat sebagai salah satu dari tiga tahun terpanas sepanjang sejarah pengamatan modern, dengan suhu atmosfer, lautan, dan kawasan kutub terus mencetak rekor baru.

Baca Juga

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) melalui jaringan Global Atmosphere Watch melaporkan konsentrasi gas rumah kaca utama, yakni karbon dioksida, metana, dan nitrogen oksida, telah mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah pengamatan. Para ilmuwan menyatakan, akumulasi gas tersebut menjadi pendorong utama lonjakan suhu ekstrem yang terjadi dalam tiga tahun terakhir, yakni 2023 hingga 2025.

Laporan Global Carbon Budget yang disusun lebih dari 130 ilmuwan internasional memperkirakan emisi karbon dioksida dari bahan bakar fosil mencapai rekor baru sebesar 38,1 miliar ton pada 2025. Meskipun kapasitas energi terbarukan meningkat pesat, konsumsi batu bara, minyak, dan gas masih mendominasi sistem energi global dan menghambat penurunan emisi secara signifikan.

Para peneliti memperkirakan emisi karbon dioksida masih akan meningkat sekitar 1,1 persen pada tahun depan. Kondisi ini mendorong konsentrasi karbon dioksida di atmosfer mencapai sekitar 52 persen di atas tingkat pra-industri, sebuah lonjakan yang mempercepat ketidakseimbangan sistem iklim bumi.

Sinyal Perubahan Iklim

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement