Senin 11 May 2026 06:15 WIB

Bintan Ternyata Surga Biodiversitas Laut yang Lama Tersembunyi

Survei ilmiah terbaru mengungkap kekayaan biodiversitas laut perairan Bintan.

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Satria K Yudha
Keindahan bawah laut (ilustrasi).
Foto: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Keindahan bawah laut (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BINTAN — Survei ilmiah terbaru mengungkap kekayaan biodiversitas laut perairan Bintan, Kepulauan Riau, yang selama ini belum sepenuhnya terpetakan. Temuan ratusan spesies ikan karang baru memperkuat urgensi pengelolaan kawasan konservasi laut secara berkelanjutan.

Survei Marine Rapid Ecological Assessment Program (MREP) yang dilakukan Konservasi Indonesia mencatat sedikitnya 425 spesies ikan karang hidup di perairan Bintan. Dari jumlah tersebut, 219 spesies merupakan catatan baru di wilayah itu, sementara delapan spesies lainnya diduga sebagai spesies baru yang masih membutuhkan kajian ilmiah lanjutan.

Baca Juga

Senior Ocean Program Advisor Konservasi Indonesia Victor Nikijuluw mengatakan, temuan tersebut menunjukkan tingginya nilai biodiversitas laut Bintan, baik bagi Indonesia maupun kawasan regional. Selain memiliki keanekaragaman hayati tinggi, perairan ini juga menjadi habitat dugong dan penyu serta memiliki padang lamun luas yang menjadi salah satu habitat ikan terbaik di Indonesia. “Karena itu, penataan kawasan konservasi yang efektif menjadi kunci untuk memastikan ekosistem tersebut tetap terjaga,” kata Victor.

Merespons temuan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk mengelola kawasan konservasi perairan seluas sekitar 1,7 juta hektare. Lembaga ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur pada akhir 2025 dan mulai disosialisasikan kepada publik tahun ini.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau Said Sudrajat mengatakan, keberadaan lembaga khusus diperlukan agar perlindungan ekosistem laut berjalan lebih terarah sekaligus mendukung pemanfaatan berkelanjutan bagi masyarakat.

"Perairan Bintan memiliki potensi ekologis yang sangat besar. Karena itu, pengawasan dan pengendaliannya perlu dilakukan secara terencana agar perlindungan ekosistem laut dapat berjalan seiring dengan pemanfaatan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Said.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement