Jumat 22 May 2026 08:53 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah RI

Sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi berpotensi meningkatkan curah hujan.

Warga berada di atas perahu melintas di depan rumah yang terendam banjir akibat meluapnya Kali Wanggu di Kelurahan Lepo-lepo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Ahad (10/5/2026). Hujan intensitas tinggi  disertai angin mengakibatkan Kali Wanggu meluap sehingga ratusan rumah yang dihuni sekitar 685 jiwa terendam banjir sementara 1 orang warga meninggal dunia karena terseret arus banjir.
Foto: ANTARA FOTO/Jojon
Warga berada di atas perahu melintas di depan rumah yang terendam banjir akibat meluapnya Kali Wanggu di Kelurahan Lepo-lepo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Ahad (10/5/2026). Hujan intensitas tinggi disertai angin mengakibatkan Kali Wanggu meluap sehingga ratusan rumah yang dihuni sekitar 685 jiwa terendam banjir sementara 1 orang warga meninggal dunia karena terseret arus banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terbentuknya sejumlah sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi yang berpotensi meningkatkan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia pada Jumat (22/5/2026). Kondisi dinamika atmosfer tersebut berpotensi memicu hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah daerah.

Prakirawan BMKG Alya Sausan mengatakan, sirkulasi siklonik saat ini terpantau berada di Samudera Hindia barat Bengkulu, Selat Makassar, Laut Maluku, dan Samudera Pasifik utara Papua.

Baca Juga

“Kondisi tersebut secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah situasi siklonik serta di sepanjang daerah konvergensi maupun konfluensi,” kata Alya, Jumat.

BMKG mencatat daerah konvergensi dan konfluensi memanjang dari Samudera Hindia barat Aceh hingga barat Sumatera Barat, Laut Flores, perairan Maluku, serta dari Laut Halmahera hingga Laut Filipina.

Selain itu, daerah konvergensi juga terdeteksi di Riau, Kalimantan Tengah, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, dan Laut Seram. Sementara daerah konfluensi terbentuk di Laut Andaman, Laut Filipina, Laut Arafuru, dan Samudera Pasifik utara Papua.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer tersebut, BMKG mengimbau masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan Maluku untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Untuk prakiraan cuaca di kota-kota besar wilayah barat Indonesia, hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Pangkal Pinang, Palembang, Pontianak, dan Banjarmasin. Sementara Serang diprediksi mengalami hujan sedang.

Adapun Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Tanjung Selor, Samarinda, dan Palangka Raya berpotensi diguyur hujan ringan.

BMKG juga memprakirakan wilayah Banda Aceh, Medan, Padang, dan Bengkulu didominasi cuaca berawan hingga berawan tebal, sedangkan Jambi berpotensi mengalami udara kabur.

Di wilayah Indonesia timur, hujan petir diprakirakan terjadi di Manado, Kendari, dan Sorong. Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi turun di Nabire.

Adapun Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Mataram diprediksi mengalami hujan ringan. Sementara Denpasar, Kupang, dan Merauke diprakirakan berawan hingga berawan tebal sepanjang hari.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement