Kamis 11 Jun 2026 13:53 WIB

Ekosistem Mangrove Topang Ekonomi Masyarakat Pesisir

Ekosistem mangrove berfungsi sebagai nursery ground bagi berbagai jenis ikan.

Perahu nelayan melintas di kawasan Mangrove Tapak, Tugu, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/4/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Perahu nelayan melintas di kawasan Mangrove Tapak, Tugu, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia memegang peran strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove dunia. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 3438 Tahun 2025 tentang Peta Mangrove Nasional, Indonesia memiliki sekitar 3,45 juta hektare mangrove atau sekitar 23 persen dari total mangrove global yang tersebar di 37 provinsi.

Luasan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan salah satu kawasan mangrove terbesar dan terpenting di dunia. Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH)  Puji Iswari mengatakan, selama ini ekosistem mangrove sering dipahami hanya sebagai pelindung alami pantai dari abrasi dan gelombang laut. 

Baca Juga

“Namun di balik fungsi ekologisnya, ekosistem mangrove juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat pesisir yang menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan, hingga hasil hutan bukan kayu,” kata dia.

Menurut Puji, kesadaran akan pentingnya hubungan antara kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat tersebut menjadi salah satu landasan lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Peraturan ini kemudian diterjemahkan ke dalam penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM) Nasional tahun 2026-2055 yang saat ini dalam tahap finalisasi oleh KLH/BPLH.

Perlindungan ekosistem mangrove dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir merupakan hal yang bisa berjalan beriringan. Bagi masyarakat pesisir, mangrove bukan sekadar kumpulan pohon yang tumbuh di kawasan pasang surut, melainkan juga menjadi fondasi bagi berbagai aktivitas sosial ekonomi yang menopang kehidupan sehari-hari.

Ekosistem mangrove berfungsi sebagai nursery ground atau daerah asuhan bagi berbagai jenis ikan, udang, kepiting, dan biota perairan lainnya. Akar-akar mangrove menciptakan habitat yang aman bagi anakan ikan dan biota lainnya untuk tumbuh sebelum siap bermigrasi ke laut terbuka. Selain itu, kawasan mangrove juga menjadi spawning ground atau daerah pemijahan bagi banyak spesies yang memiliki nilai ekonomi. Oleh karena itu, keberadaan ekosistem mangrove yang sehat berkorelasi erat dengan produktivitas perikanan tangkap yang menjadi sumber pendapatan utama masyarakat pesisir. 

“Ketika ekosistem ini rusak, dapat menjadikan populasi berbagai biota perairan ikut terdampak yang menimbulkan efek berantai pada menurunnya hasil tangkapan nelayan,” tutur Puji.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi