REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas akses pembiayaan dan pendampingan bagi perempuan prasejahtera. Melalui pendekatan yang menggabungkan modal usaha, pelatihan, dan pemberdayaan, program tersebut dinilai berkontribusi memperkuat kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan usaha ultra mikro.
Hingga kini, PNM telah melayani lebih dari 23 juta nasabah aktif yang seluruhnya merupakan perempuan prasejahtera. Capaian tersebut menjadikan perusahaan yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro itu sebagai lembaga pembiayaan ultra mikro berbasis kelompok terbesar di dunia.
Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki mengatakan, kekuatan Program Mekaar tidak hanya terletak pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga pada proses pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan kepada para nasabah.
"Di balik pembiayaan yang diberikan, terdapat proses pendampingan dan pemberdayaan rutin melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM). Menjadi ruang yang bisa dimanfaatkan nasabah untuk meningkatkan literasi keuangan, berbagi pengalaman usaha, hingga memperkuat jejaring sosial di antara sesama nasabah," ujar Sunar.
Selain memperoleh pembiayaan tanpa agunan, nasabah juga mendapatkan pelatihan pengembangan usaha, literasi keuangan, pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi PNM Digi, hingga fasilitasi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
Menurut Sunar, kombinasi akses modal dan peningkatan kapasitas usaha menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing perempuan pelaku usaha ultra mikro sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.
Mayoritas penerima manfaat Program Mekaar merupakan ibu rumah tangga yang menjalankan usaha berskala ultra mikro, mulai dari perdagangan, kuliner, kerajinan, hingga jasa rumahan. Seiring berkembangnya usaha, mereka tidak hanya memperoleh tambahan pendapatan, tetapi juga berperan dalam menggerakkan ekonomi di tingkat keluarga dan komunitas.
Atas kontribusinya dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui pembiayaan ultra mikro, PNM menerima penghargaan Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment. Pengakuan tersebut diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menghadirkan dampak nyata dalam meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan Indonesia melalui akses pembiayaan dan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Penghargaan tersebut mencerminkan model pemberdayaan PNM yang tidak hanya berfokus pada penyaluran modal, tetapi juga penguatan kapasitas pelaku usaha sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dari tingkat akar rumput.