Sabtu 22 Aug 2026 14:10 WIB

Gempa NTT, Petrokimia Gresik Alihkan Program Pemberdayaan untuk Respons Darurat

Bantuan kebutuhan dasar senilai Rp75 juta disalurkan sebagai bagian dari respons awal

Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) itu menyalurkan bantuan melalui program Relawan Bakti BUMN secara bertahap pada 16-19 Agustus 2026 ke sejumlah wilayah terdampak.
Foto: Dok Petrokimia
Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) itu menyalurkan bantuan melalui program Relawan Bakti BUMN secara bertahap pada 16-19 Agustus 2026 ke sejumlah wilayah terdampak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan kebutuhan dasar senilai Rp75 juta kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut menjadi bagian dari respons tanggap darurat sekaligus dukungan awal agar masyarakat dapat segera kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonominya.

Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) itu menyalurkan bantuan melalui program Relawan Bakti BUMN secara bertahap pada 16-19 Agustus 2026 ke sejumlah wilayah terdampak.

Baca Juga

Bantuan yang disalurkan berupa beras, gula, minyak, dan selimut untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sehari setelah gempa sebagai bentuk respons cepat perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat.

“Bantuan kami distribusikan bersama Pupuk Indonesia. Penyalurannya dilakukan secara bertahap, saat ini berupa kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat pada masa tanggap darurat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak,” ujar Daconi dalam keterangan, Sabtu (22/8/2026).

Sebelumnya, Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Program tersebut semula diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sektor pertanian melalui program TAJUMASE (Tani Maju Makmur Sejahtera).

Namun, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) membuat pelaksanaan program disesuaikan. Fokus kegiatan dialihkan dari agenda pemberdayaan menjadi dukungan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak.

Daconi mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang berubah akibat bencana. Menurut dia, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas sebelum program pemberdayaan dan pengembangan ekonomi dapat kembali dijalankan.

“Program ini awalnya kami siapkan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Namun ketika terjadi bencana, kebutuhan masyarakat tentu menjadi prioritas. Karena itu, kami bersama Pupuk Indonesia dan Relawan Bakti BUMN bergerak menyesuaikan program agar kehadiran kami di NTT memberikan manfaat yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini,” jelas Daconi.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi