Ahad 18 Oct 2026 07:04 WIB

Turki Tegaskan Komitmen Iklim Jelang Pertemuan COP31

Turki mengajak komunitas internasional mengubah janji iklim jadi aksi nyata.

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Gita Amanda
Turki menegaskan komitmennya terhadap multilateralisme dan kerja sama iklim internasional menjelang Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-31 (COP31). (ilustrasi)
Foto: Republika/Dian Fath Risalah
Turki menegaskan komitmennya terhadap multilateralisme dan kerja sama iklim internasional menjelang Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-31 (COP31). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Turki menegaskan komitmennya terhadap multilateralisme dan kerja sama iklim internasional menjelang Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-31 (COP31). Konferensi tersebut akan digelar di Antalya pada 9–20 November 2026 dan mencakup pertemuan tingkat pemimpin.

Perwakilan Permanen Turki untuk PBB, Duta Besar Ahmet Yildiz, menyampaikan sejumlah prioritas negaranya dalam acara khusus yang diselenggarakan Presiden Majelis Umum PBB menjelang COP31. Acara tersebut mengusung tema “Planet yang Layak untuk Masa Depan: Memulihkan Kepercayaan melalui Aksi Iklim.”

Baca Juga

“Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan berkembangnya skeptisisme terhadap isu iklim, Türkiye mengemban presidensi COP31 dengan komitmen kuat terhadap multilateralisme dan kerja sama iklim internasional,” ujar Yildiz seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (17/10/2026).

Ia menekankan, memasuki dekade kedua implementasi Perjanjian Paris, komunitas internasional perlu lebih berfokus pada penerjemahan komitmen iklim menjadi langkah nyata dan hasil yang terukur. Menurut Yildiz, Turki ingin mendorong implementasi janji-janji iklim yang telah disepakati agar menghasilkan perubahan konkret.

“Ambisi kami adalah mengubah janji-janji iklim yang ada menjadi tindakan nyata dan hasil yang konkret,” katanya.

Yildiz mengatakan, persiapan penyelenggaraan COP31 di Antalya terus diintensifkan. Turki berkomitmen menjalankan presidensi konferensi tersebut secara transparan, partisipatif melalui konsultasi, dan dapat diprediksi.

“Kami akan memfasilitasi dialog dan berupaya mencapai hasil yang seimbang serta berbasis konsensus. Pada akhirnya, keberhasilan COP31 akan menjadi buah dari upaya kolektif kita bersama,” ujarnya.

Ia juga mengimbau negara-negara untuk memastikan kehadiran para pemimpin mereka dalam konferensi tersebut. Menurut Yildiz, keterlibatan pemimpin nasional penting untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus membangun momentum bagi percepatan aksi iklim.

COP31 akan menjadi forum bagi negara-negara untuk membahas upaya penanganan perubahan iklim. Pembahasan tersebut termasuk menerjemahkan komitmen internasional menjadi kebijakan dan tindakan yang dapat diukur.

Berita Lainnya

Rekomendasi