JAKARTA – Relawan Prudential Indonesia mengumpulkan lebih dari 361 kilogram sampah dari bantaran Sungai Ciliwung di Depok. Kegiatan tersebut juga diisi edukasi pengelolaan sampah, kesehatan, dan literasi keuangan bagi 50 siswa SMPN 34 Depok.
Aksi bersih sungai itu melibatkan karyawan dan tenaga pemasar Prudential Indonesia yang tergabung dalam PRUVolunteers. Mereka bekerja sama dengan Langit Biru Pertiwi, Yayasan Ciliwung Lestari, serta Veritas Edukasi Lingkungan (VEL) dalam kegiatan yang menghubungkan isu lingkungan, kesehatan, dan ketahanan finansial.
Data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) per Agustus 2025 mencatat 87,09 persen pencemar Sungai Ciliwung berasal dari limbah domestik. Sumber pencemar lainnya meliputi limbah peternakan 4,91 persen, sampah 4,58 persen, limbah industri 3,37 persen, dan pertanian 0,05 persen.
Sampah yang menumpuk di sungai dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir. Kondisi lingkungan yang tercemar juga berpotensi memicu gangguan kesehatan, seperti diare, infeksi kulit, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dalam kegiatan tersebut, relawan mengumpulkan, memilah, dan menimbang lebih dari 361 kilogram sampah. Sampah yang terkumpul didominasi tekstil, styrofoam, karet, serta plastik bernilai tinggi dan rendah untuk selanjutnya dikelola secara bertanggung jawab.
Founder Veritas Edukasi Lingkungan (VEL) Benedict Wermter mengatakan, masyarakat sudah memiliki kesadaran terhadap persoalan sampah, tetapi masih perlu memahami solusi yang dapat diterapkan. Kegiatan bersih sungai juga menjadi ruang belajar bersama bagi karyawan, tenaga pemasar, dan pelajar.
“Masyarakat Indonesia sudah memiliki kesadaran terhadap permasalahan sampah, tetapi kita masih perlu terus belajar mengenai solusi yang dapat dilakukan,” kata Benedict berdasarkan siaran pers, Senin (2/11/2026).
Dia mengajak masyarakat memulai perubahan melalui kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi sampah dalam aktivitas sehari-hari. Benedict berharap perubahan kebiasaan tersebut dapat dimulai dari lingkungan masing-masing dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal serupa.
“Perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, dan mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Benedict.
Selain aksi bersih sungai, penyelenggara memberikan edukasi lingkungan, kesehatan, dan literasi keuangan kepada 50 siswa SMPN 34 Depok. Materi tersebut membahas keterkaitan antara lingkungan yang sehat, kualitas hidup, serta kemampuan mengelola keuangan dan mempersiapkan diri menghadapi risiko.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan, kesehatan masyarakat berkaitan erat dengan kondisi lingkungan dan kesiapan finansial. Karena itu, kegiatan tersebut menggabungkan aksi pelestarian lingkungan dengan edukasi kesehatan dan keuangan.
“Lingkungan yang sehat merupakan salah satu fondasi bagi masyarakat yang sehat dan berdaya,” kata Karin.
Karin menjelaskan, Prudential Indonesia ingin meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah sekaligus mendorong perilaku hidup bersih dan sehat. Menurut dia, perlindungan masyarakat perlu mencakup kelestarian lingkungan, kesehatan fisik, dan ketahanan finansial.
“Kami percaya perlindungan yang bermakna harus hadir secara holistik, mulai dari menjaga kelestarian alam, memelihara kesehatan fisik, hingga memperkuat ketahanan finansial,” ujar Karin.
Kegiatan edukasi lingkungan dan perencanaan keuangan tersebut menjangkau 50 siswa SMPN 34 Depok secara langsung. Inisiatif ini juga diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Ciliwung.
Prudential Indonesia menyatakan akan melanjutkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui program keberlanjutan yang mengintegrasikan isu lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Perusahaan berharap kegiatan serupa dapat membantu masyarakat hidup lebih sehat dan lebih siap menghadapi berbagai risiko.