Kamis 18 Jan 2024 20:12 WIB

Pangkas Karbon dari Jaringan Listrik, AS Berencana Kembangkan Proyek Energi Surya

AS targetkan bisa kurangi jejak karbon dari jaringan listrik di 2035.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
AS berencana kembangkan energi surya di sejumlah negara bagian.
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
AS berencana kembangkan energi surya di sejumlah negara bagian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintahan Biden meluncurkan sebuah proposal untuk proyek-proyek energi surya di tanah federal yang mengidentifikasi 22 juta hektar di 11 negara bagian barat yang paling cocok untuk pengembangan.

Pengumuman ini merupakan bagian dari upaya Departemen Dalam Negeri untuk menempatkan lebih banyak fasilitas energi terbarukan di tanah federal, yang merupakan landasan dari tujuan Presiden Joe Biden untuk mengurangi karbonisasi jaringan listrik AS pada tahun 2035 dan memerangi perubahan iklim.

Baca Juga

Rancangan rencana yang diterbitkan Rabu ini akan memperbarui kebijakan era Barack Obama yang menetapkan zona khusus untuk proyek-proyek tenaga surya di enam negara bagian yakni Arizona, California, Colorado, Nevada, New Mexico, dan Utah.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa perubahan pada Western Solar Plan yang telah berusia 11 tahun diperlukan, karena ada kemajuan teknologi, melonjaknya permintaan akan energi terbarukan, serta meningkatnya minat terhadap pengembangan tenaga surya di negara-negara bagian utara.

Rencana baru ini mencakup wilayah-wilayah di Idaho, Montana, Oregon, Washington serta Wyoming, dan difokuskan pada lahan-lahan yang berada dalam jarak 16 kilometer dari jalur transmisi yang sudah ada atau yang sedang direncanakan, karena daerah-daerah tersebut lebih mudah untuk dikembangkan, kata Interior.

Rencana tersebut juga mengecualikan 126 juta hektar dari pengembangan karena adanya konflik dengan hal-hal seperti habitat satwa liar yang kritis, rekreasi, tempat bersejarah dan hutan tua. Rencana itu juga bergantung pada perkiraan federal untuk kebutuhan energi bersih untuk menentukan bahwa 700 ribu hektar lahan publik akan dibutuhkan untuk energi surya selama 20 tahun ke depan.

"Dengan memperbarui rencana ini, kami akan memfasilitasi perizinan yang lebih cepat dan lebih mudah di area-area prioritas dan meningkatkan konsistensi dalam memproses hak penggunaan lahan untuk proyek-proyek tenaga surya berskala besar," ujar penjabat wakil menteri dalam negeri, Laura Daniel-Davis, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Kamis (18/1/2024).

Proposal ini terbuka untuk komentar publik hingga 18 April. Sebuah rencana final diharapkan akan diterbitkan sebelum akhir tahun.

Secara terpisah, Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah untuk menyetujui enam proyek tenaga surya dan sebuah jalur transmisi di Nevada, California dan Arizona. Biro Pengelolaan Lahan (BLM) telah menyetujui 47 proyek energi bersih, yang cukup untuk memberi daya pada lebih dari 3,5 juta rumah, selama pemerintahan Biden.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement