Rabu 24 Jan 2024 13:39 WIB

Jerman Lakukan Ekspansi Pembangkit Listrik Tenaga Gas

Jerman berambisi menggunakan sekitar 24 gigawatt PLTH dan gas.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Para pemangku kepentingan di Jerman akan menyetujui sebuah kesepakatan mengenai peta jalan untuk pembangunan beberapa pembangkit listrik tenaga gas yang baru.
Foto: www.freepik.com
Para pemangku kepentingan di Jerman akan menyetujui sebuah kesepakatan mengenai peta jalan untuk pembangunan beberapa pembangkit listrik tenaga gas yang baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pemangku kepentingan di Jerman akan menyetujui sebuah kesepakatan mengenai peta jalan untuk pembangunan beberapa pembangkit listrik tenaga gas yang baru. Kesepakatan itu akan dibentuk dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi pada Selasa (23/1/2024).

“Sebuah pertemuan tingkat tinggi antara Kementerian Ekonomi dan Keuangan serta Kantor Kanselir dijadwalkan pada Selasa untuk mencapai sebuah kesepakatan,” kata sumber dari pemerintah Jerman, seperti dilansir Reuters, Rabu (24/1/2024).

Baca Juga

Seorang juru bicara Kementerian Ekonomi, yang memimpin upaya ini, mengatakan bahwa pembicaraan intensif mengenai masalah ini sedang berlangsung. Namun, dia tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Jerman berambisi menggunakan sekitar 24 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga hidrogen dan gas untuk menutupi kesenjangan dalam pasokan tenaga angin dan matahari, tetapi berselisih dengan Brussel dalam mengalokasikan dana publik untuk pembangkit-pembangkit tersebut. Strategi ini juga menuai kritik dari para pegiat lingkungan, yang menginginkan agar penggunaan bahan bakar fosil diakhiri sesegera mungkin.

 

Para pegiat lingkungan juga tidak yakin dengan argumen para produsen energi bahwa gas alam merupakan bahan bakar transisi yang diperlukan, karena pembakarannya menghasilkan lebih sedikit karbon dioksida dibandingkan batu bara.

Perusahaan-perusahaan utilitas terkemuka di negara itu seperti RWE, Uniper dan EnBW telah menyerukan peraturan khusus untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) baru yang menurut mereka tidak akan ekonomis tanpa dukungan negara. Strategi pembangkit listrik ini seharusnya selesai tahun lalu, tetapi tertunda setelah pengadilan konstitusi memutuskan untuk tidak menganggarkan dana sebesar 60 miliar euro untuk proyek-proyek iklim dan memaksa pemerintah untuk merevisi anggarannya.

Berlin membutuhkan kesepakatan mengenai rencana pembangkit listrik untuk meyakinkan daerah-daerah penghasil batu bara di Jerman, agar menghentikan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara lebih awal dari tanggal resmi 2038 dan membantu Jerman mencapai target emisi rumah kaca lebih cepat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement